ORBIT-NEWS.COM, PEKALONGAN – Program Adaptation Fund (AF) yang telah berjalan hampir enam tahun di Kota Pekalongan dinilai membawa perubahan signifikan dalam memperkuat ketahanan daerah terhadap dampak perubahan iklim. Berbagai program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada penanganan rob dan banjir, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih siap menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, menjelaskan, Kota Pekalongan selama ini menghadapi persoalan rob dan genangan air yang dipicu sulitnya aliran air hujan menuju sungai. Kondisi tersebut sempat mencapai tingkat yang cukup serius pada 2021, ketika genangan air menutupi sekitar 23 persen dari total luas wilayah Kota Pekalongan yang mencapai 42 kilometer persegi.
"Kota Pekalongan selama ini menghadapi tantangan besar berupa rob dan genangan akibat air hujan yang tidak dapat mengalir dengan baik ke sungai. Pada tahun 2021, genangan bahkan mencapai sekitar 23 persen dari luas wilayah Kota Pekalongan yang mencapai 42 kilometer persegi," kata Nur Priyantomo.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Pekalongan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kemitraan Indonesia dalam Program Adaptation Fund, berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi dampak rob sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim.
Beragam pembangunan fisik telah direalisasikan melalui program tersebut, mulai dari infrastruktur pengendalian rob dan banjir, pembangunan MCK komunal, pengembangan kawasan ekowisata, hingga penyediaan berbagai sarana pendukung lainnya.
Baca juga: Program Durenisasi Aiptu Eko Suroso Ubah Lahan Tidur Menjadi Sumber Harapan Warga Desa Pekuncen
Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat
Selain pembangunan infrastruktur, Program Adaptation Fund juga menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Di antaranya melalui sosialisasi, seminar, pelatihan, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan sistem informasi kebencanaan yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi risiko bencana.
Salah satu inovasi yang lahir dari program ini adalah pengembangan Rumah Livelihood "Brayan Urip". Kehadiran program tersebut dinilai berhasil mendorong keterlibatan masyarakat, termasuk kalangan generasi muda, dalam membangun ketahanan ekonomi sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya adaptasi perubahan iklim.
Pemkot Pekalongan juga menyampaikan apresiasi kepada Kemitraan Indonesia yang selama ini konsisten memberikan pendampingan sejak 2021. Kerja sama tersebut diharapkan dapat terus berlanjut agar seluruh hasil pembangunan dan program pemberdayaan yang telah berjalan bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
"Program ini tidak hanya membangun infrastruktur seperti penanganan rob dan banjir, MCK komunal, ekowisata, dan sarana lainnya, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat melalui sosialisasi, seminar, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan sistem informasi kebencanaan," tuturnya.
Baca juga: Kerja Sama Jateng-Malaka Diperluas, Gus Yasin Dorong Pertukaran Santri dan Guru Antar Pesantren
Sekda juga berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga berbagai inovasi dan fasilitas yang telah dibangun melalui Program Adaptation Fund tetap terjaga dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kota Pekalongan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.