44 Sekolah di Purbalingga Direvitalisasi, Bupati Fahmi Minta Pusat Percepat Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi

Caption Foto : Mendikdasmen Abdul Mu'ti di acara peresmian revitalisasi sekolah di Purbalingga, Sabtu (27/6/2026). (Foto : Dok. Prokompim Purbalingga).

ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA – Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Purbalingga terus menunjukkan hasil nyata. Sebanyak 44 sekolah dari jenjang TK hingga SMP mendapatkan bantuan revitalisasi sepanjang 2025–2026 dengan total anggaran mencapai Rp39,58 miliar.

Dukungan tersebut ditegaskan melalui peresmian revitalisasi 32 satuan pendidikan tahun 2025 dan penyerahan mock up revitalisasi tahun 2026 kepada 12 sekolah oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti di SMP Negeri 2 Kutasari, Sabtu (27/6/2026).

Program revitalisasi tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI yang ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol komitmen pemerintah dalam menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi peserta didik.

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di daerahnya. Menurutnya, berbagai kebijakan dan program Kemendikdasmaen telah membawa perubahan signifikan bagi sekolah-sekolah di Purbalingga.

“Kami merasakan betul bagaimana komitmen dan kebijakan berbagai program kementerian selama ini telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah, tentunya termasuk di Kabupaten Purbalingga,” kata Fahmi.

Baca juga: Mahasiswa FEBI UIN Saizu Raih Kesempatan Magang Internasional di IMUN

Ia menjelaskan, manfaat program kementerian telah dirasakan mulai dari pemanfaatan teknologi pembelajaran melalui perangkat Interactive Flat Panel (IFP), penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP), hingga pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan. Saat ini, seluruh sekolah di Purbalingga disebut telah memiliki satu hingga dua unit Interactive Flat Panel yang membantu proses belajar mengajar, termasuk bagi sekolah yang berada di wilayah terpencil.

Selain itu, pada penyaluran PIP fase pertama tahun 2026, Kabupaten Purbalingga memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp32,25 miliar yang menjangkau 45.651 peserta didik mulai jenjang Paket A hingga SMA/SMK.

Pembangunan SNT

Tak hanya revitalisasi sekolah, Fahmi juga mengungkapkan harapannya agar pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Purbalingga. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare sebagai bentuk keseriusan mendukung program tersebut.

“Pemkab Purbalingga telah menyediakan lahan 20 hektare untuk SNT ini dan saat ini sedang menunggu penetapan SK, lokasi dan Inpres. Nah ini mohon untuk diprioritaskan, Pak Menteri,” ujarnya.

Baca juga: Program Durenisasi Aiptu Eko Suroso Ubah Lahan Tidur Menjadi Sumber Harapan Warga Desa Pekuncen

Fahmi berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah semakin erat agar berbagai persoalan pendidikan dapat diatasi secara bertahap sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Purbalingga.

Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut alokasi revitalisasi untuk Purbalingga pada tahun 2026 yang saat ini baru mencakup 12 sekolah masih berpotensi bertambah. Hal tersebut sejalan dengan rencana pemerintah pusat menambah kuota revitalisasi sekolah secara nasional.

“Tahun 2026 memang baru alokasi 12 sekolah. Saya katakan ‘baru’ karena itu dari kuota sementara sebanyak 11.744 sekolah. Namun Pak Presiden sudah menyampaikan berulang bahwa tahun ini akan ada tambahan alokasi 60 ribu sekolah lagi,” ungkapnya.

Dengan tambahan tersebut, jumlah sekolah yang direvitalisasi secara nasional diperkirakan mencapai sekitar 71.744 satuan pendidikan pada 2026, sehingga peluang Purbalingga memperoleh tambahan bantuan dinilai masih sangat terbuka.

Abdul Mu’ti menambahkan, program revitalisasi tidak hanya meningkatkan mutu sarana pendidikan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah. Pelaksanaannya menggunakan mekanisme swakelola yang melibatkan tenaga kerja lokal serta pembelian material dari toko-toko setempat.

Baca juga: Doktor Ke-92 UIN Saizu Purwokerto Teliti Internalisasi Nilai Humanistik dalam Kurikulum Merdeka

“Anggap saja ada 15 pekerja di setiap satuan pendidikan dikali 71.744, ada sekitar 1,1 juta pekerja yang merasakan manfaatnya. Kalau revitalisasi ini berjalan, insyaallah ekonomi di daerah ini bergerak,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga transparansi dan integritas dalam pelaksanaan program revitalisasi.

“Tolong dipastikan jangan ada yang dikorupsi. Kalau ada pihak yang menjanjikan sekolah mendapat program ini dan minta fee, tolong dilaporkan. Inspektorat Jenderal akan turun di manapun berada. Karena ini komitmen kami memastikan revitalisasi berjalan sesuai arahan Presiden dan anak-anak bisa sekolah yang aman dan nyaman,” tegasnya. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: