Unsoed Bangun Kawasan Industri di Gunung Tugel, Siap Jadi Pusat Inovasi Pertanian dan Buka Lapangan Kerja

Caption Foto : Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq meletakan batu pertama pembangunan kawasan industi di Gunung Tugel. (Foto : Dok. Unsoed).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembangunan Kawasan Industri Astana Wira Karya di kawasan Gunung Tugel, Purwokerto. Kawasan industri berbasis teknologi tepat guna itu merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pengembangan Usaha (BPU) Unsoed dengan PT Astana Wira Karya. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi pusat inovasi sekaligus mendukung modernisasi sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga industri pengolahan pangan.

Pembangunan kawasan industri akan memanfaatkan lahan seluas sekitar 1,5 hektare yang merupakan aset milik Unsoed dan dikelola oleh BPU. Proses konstruksi dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026 dan ditargetkan rampung pada April 2027. 

Kepala BPU Unsoed, Dr. Adi Indrayanto mengatakan, proyek tersebut menjadi bagian dari strategi optimalisasi aset universitas agar memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, kawasan Gunung Tugel memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan produktif yang mampu menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.

"Kami berharap kawasan ini berkembang menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menghasilkan inovasi yang berdampak nyata. Selain mendukung pendapatan institusi, kawasan ini juga diharapkan menjadi wadah hilirisasi teknologi dan pembelajaran bagi sivitas akademika," jelasnya.

Baca juga: Turnamen Bulutangkis Kapolsek Kuwarasan Cup 2026 Diikuti 78 Peserta

Perguruan Tinggi Harus Berikan Dampak Nyata

Sementara itu, Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pengembangan usaha produktif. Ia menilai pembangunan Kawasan Industri Astana Wira Karya merupakan implementasi nyata dari upaya hilirisasi hasil riset kampus sekaligus pemanfaatan aset negara secara optimal.

"Proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan baru, serta memperkuat ekosistem inovasi berbasis teknologi. Kami ingin kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri seperti ini dapat menjadi model kerja sama yang berkelanjutan," kata Akhmad Sodiq. 

Direktur PT Astana Wira Karya, Muhammad Umar Anif menambahkan, pembangunan kawasan industri tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan perusahaan yang selama ini bergerak dalam produksi teknologi tepat guna.

Perusahaan tersebut dikenal memproduksi berbagai peralatan pendukung sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta industri pengolahan pangan. Salah satu produk andalannya adalah mesin tanam padi atau rice transplanter yang telah dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi budidaya pertanian modern.

Baca juga: Jateng Surplus Padi 9,3 Juta Ton, Setya Ari Dorong Tiga Program Ketahanan Pangan Berbasis Infrastruktur

"Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Unsoed. Sinergi ini akan memperkuat pengembangan inovasi produk sehingga semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian nasional," ucapnya. 

Kawasan Industri Astana Wira Karya dirancang sebagai kawasan industri terpadu dengan berbagai fasilitas penunjang produksi dan operasional. Fasilitas yang akan dibangun antara lain dua unit workshop dan gudang berukuran 48 x 30 meter untuk kegiatan fabrikasi, produksi, dan penyimpanan barang. Selain itu, tersedia area parkir kontainer berkapasitas 10 unit dengan konstruksi beton K-350, mess karyawan dan tamu sebanyak 24 kamar dengan kamar mandi dalam, serta gedung perkantoran dua lantai seluas 337 meter persegi.

Keberadaan kawasan industri ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Banyumas. Selain membuka peluang kerja dan meningkatkan aktivitas usaha, kawasan tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai sarana penelitian terapan, tempat magang mahasiswa, hingga pengembangan hasil riset kampus agar dapat diterapkan secara langsung di masyarakat. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: