ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa gejala jantung lemah tidak selalu ditandai dengan nyeri dada. Sejumlah tanda lain seperti mudah lelah, mendengkur keras saat tidur, hingga pembengkakan pada kaki juga bisa menjadi sinyal adanya gangguan pada fungsi jantung.
Jantung lemah atau gagal jantung terjadi ketika organ tersebut tidak mampu memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh. Akibatnya, organ dan jaringan tubuh kekurangan pasokan oksigen serta nutrisi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, hingga penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.
Agar tidak terlambat mendapatkan penanganan, berikut sejumlah gejala jantung lemah yang perlu diwaspadai.
Keluhan paling umum pada penderita jantung lemah adalah rasa nyeri atau tekanan di area dada. Sensasi ini sering digambarkan seperti dada tertindih benda berat.
Pada beberapa kasus, rasa sakit tidak hanya muncul di dada, tetapi juga menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, gigi, hingga bagian atas perut. Kondisi ini terjadi karena otot jantung tidak memperoleh suplai oksigen yang cukup.
2. Sesak Napas Saat Beraktivitas maupun Beristirahat
Jantung yang tidak mampu memompa darah secara maksimal dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru. Akibatnya, penderita akan mengalami sesak napas, baik saat melakukan aktivitas ringan maupun ketika sedang beristirahat. Gejala ini perlu mendapat perhatian khusus, terutama jika muncul secara berulang atau semakin memburuk.
Mendengkur ringan umumnya tidak berbahaya. Namun, dengkuran yang sangat keras hingga disertai jeda napas atau terengah-engah saat tidur bisa menjadi tanda gangguan kesehatan serius.
Kondisi yang dikenal sebagai sleep apnea tersebut membuat jantung bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. Dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya jantung lemah.
4. Keringat Berlebih Tanpa Sebab Jelas
Tubuh yang sering berkeringat berlebihan, bahkan saat tidak melakukan aktivitas berat, juga patut diwaspadai. Pada sebagian penderita, keringat berlebih bahkan dapat membuat pakaian atau sprei menjadi basah kuyup saat tidur. Kondisi ini terjadi karena jantung harus bekerja ekstra keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Rasa lelah yang muncul terus-menerus meski hanya melakukan aktivitas ringan bisa menjadi pertanda fungsi jantung mulai menurun. Penderita jantung lemah sering merasa kehabisan energi saat menaiki tangga, berjalan jarak pendek, atau membawa barang belanjaan. Hal ini terjadi karena tubuh tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen.
6. Kaki dan Pergelangan Kaki Membengkak
Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, tungkai, hingga area perut merupakan salah satu gejala khas gagal jantung. Ketika aliran darah melambat, cairan akan menumpuk di jaringan tubuh sehingga menyebabkan bengkak. Kondisi ini juga dapat mengganggu fungsi ginjal dalam membuang kelebihan cairan dan garam.
7. Jantung Berdebar Tanpa Pemicu
Jantung yang berdetak lebih cepat atau berdebar tanpa alasan yang jelas juga tidak boleh diabaikan. Jika kondisi ini disertai pusing, sesak napas, atau nyeri dada, segera lakukan pemeriksaan medis. Detak jantung yang tidak normal dapat menjadi sinyal bahwa jantung sedang berusaha bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Selain tujuh gejala di atas, jantung lemah juga dapat ditandai dengan batuk berkepanjangan, keluarnya dahak berwarna putih atau merah muda, mual, muntah, hingga keluhan yang menyerupai sakit maag.
Masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami satu atau beberapa gejala tersebut, terutama jika memiliki faktor risiko seperti riwayat penyakit jantung dalam keluarga, hipertensi, diabetes, obesitas, atau kebiasaan merokok. Deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi jantung lemah berkembang menjadi masalah yang lebih serius. (*)