ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Peeling menjadi salah satu prosedur perawatan kulit yang semakin diminati karena dinilai efektif membantu memperbaiki tekstur dan tampilan kulit. Metode ini bekerja dengan mengangkat lapisan terluar kulit sehingga merangsang pertumbuhan sel kulit baru yang lebih sehat, cerah, dan merata.
Perawatan peeling umumnya dilakukan pada area wajah, namun juga dapat diterapkan pada leher hingga lengan sesuai kebutuhan pasien. Prosedur ini menggunakan larutan kimia khusus yang dioleskan ke permukaan kulit untuk membantu proses pengelupasan lapisan kulit lama.
Setelah lapisan tersebut terangkat, kulit baru akan tumbuh dengan kondisi yang biasanya lebih halus dan tampak segar. Karena itu, peeling sering dipilih untuk mengatasi berbagai persoalan kulit, mulai dari bekas jerawat hingga tanda-tanda penuaan dini.
Peeling banyak digunakan sebagai solusi perawatan untuk sejumlah gangguan kulit. Beberapa masalah yang dapat ditangani melalui prosedur ini antara lain:
Selain dilakukan sebagai perawatan tunggal, peeling juga kerap dipadukan dengan terapi kulit lain untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.
Baca juga: 3 Masker Alami untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Mudah Dibuat dan Bantu Kulit Tampak Glowing
Tiga Jenis Peeling Berdasarkan Kedalaman Lapisan Kulit
1. Peeling Dangkal, Cocok untuk Kulit Kusam dan Jerawat Ringan
Peeling dangkal atau light chemical peeling bekerja pada lapisan paling luar kulit (epidermis). Tindakan ini bertujuan mengangkat sel kulit mati sehingga kulit tampak lebih cerah dan segar. Jenis ini biasanya digunakan untuk mengatasi:
Larutan yang dipakai umumnya berupa kombinasi asam alfa hidroksi (AHA) dan asam beta hidroksi (BHA), seperti asam salisilat, asam glikolat, serta asam maleat. Peeling dangkal dapat diulang secara berkala setiap 1–4 minggu sesuai kondisi kulit dan rekomendasi dokter.
2. Peeling Sedang untuk Bekas Jerawat dan Kerutan Wajah
Baca juga: Ciri Wajah Kekurangan Kolagen yang Sering Diabaikan, Bisa Bikin Tampak Lebih Tua dari Usia Asli
Medium chemical peeling bekerja lebih dalam karena menjangkau lapisan epidermis hingga bagian atas dermis. Perawatan ini sering dipilih untuk menangani:
Larutan yang digunakan biasanya berupa asam trikloroasetat (TCA) atau asam glikolat dengan konsentrasi tertentu. Untuk menjaga hasil, prosedur ini umumnya dapat diulang setiap 6–12 bulan.
3. Peeling Dalam untuk Kerusakan Kulit yang Lebih Berat
Peeling dalam atau deep chemical peeling merupakan tindakan dengan penetrasi paling kuat karena mencapai lapisan dermis yang lebih dalam. Jenis ini biasanya digunakan pada kasus:
Bahan yang dipakai antara lain asam trikloroasetat dan fenol yang mampu menembus lapisan kulit lebih dalam sehingga membutuhkan pengawasan medis ketat.
Baca juga: Cara Menghilangkan Jerawat dengan Tomat, Benarkah Efektif? Simak Manfaat dan Cara Penggunaannya
Meski prosedur peeling kini mudah ditemukan di klinik kecantikan maupun rumah sakit, tindakan ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Penggunaan larutan kimia yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko iritasi, luka, hingga gangguan kulit lain. Karena itu, konsultasi dengan dokter berpengalaman menjadi langkah penting sebelum menjalani perawatan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.