ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Banyak penderita diabetes memilih membatasi konsumsi nasi putih karena dinilai dapat memicu lonjakan gula darah. Namun belakangan muncul anggapan bahwa nasi putih yang didinginkan terlebih dahulu justru lebih aman dikonsumsi. Lalu, benarkah nasi dingin baik untuk penderita diabetes?
Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan penderita diabetes adalah pemilihan makanan, terutama yang memiliki indeks glikemik tinggi seperti nasi putih.
Indeks glikemik sendiri digunakan untuk mengukur seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Semakin tinggi nilainya, semakin cepat gula darah naik. Nasi putih termasuk makanan dengan indeks glikemik relatif tinggi karena mengandung pati yang mudah dicerna dan diserap tubuh.
Namun menariknya, kandungan pati pada nasi ternyata bisa berubah ketika proses penyimpanan dilakukan dengan cara tertentu. Nasi yang sudah matang dan didinginkan di lemari pendingin bersuhu sekitar 4 derajat Celsius selama 24 jam dapat membentuk pati resisten atau resistant starch, yaitu jenis pati yang lebih sulit dicerna oleh tubuh.
Proses tersebut membuat penyerapan karbohidrat menjadi lebih lambat, sehingga respons kenaikan gula darah setelah makan berpotensi lebih terkendali.
Baca juga: Bolehkah Penderita Hipertensi Minum Kopi? Ini Batas Aman dan Tips Konsumsinya
Nasi Dingin Dinilai Lebih Ramah untuk Gula Darah
Sejumlah penelitian menunjukkan nasi yang telah didinginkan memiliki indeks glikemik lebih rendah dibanding nasi yang baru matang. Kondisi ini membuat nasi dingin dianggap lebih baik untuk membantu menjaga stabilitas gula darah pada penderita diabetes.
Tak hanya itu, pati resisten juga disebut dapat membantu meningkatkan sensitivitas dan kerja hormon insulin, terutama pada penderita diabetes tipe 2 yang mengalami gangguan penggunaan insulin.
Ketika masuk ke saluran pencernaan, pati resisten tidak langsung diserap di usus halus, tetapi akan diproses di usus besar oleh bakteri baik. Hasil proses tersebut menghasilkan asam lemak rantai pendek, termasuk asam propionat yang diduga berperan dalam mendukung fungsi insulin.
Berpotensi Menjaga Kolesterol dan Kesehatan Pencernaan
Baca juga: Kacang Kapri, Superfood Kaya Serat yang Bantu Cegah Diabetes dan Jaga Kesehatan Jantung
Selain berkaitan dengan gula darah, nasi dingin juga disebut memiliki manfaat lain bagi kesehatan metabolik. Beberapa studi menemukan konsumsi pati resisten berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida.
Meski demikian, manfaat ini masih membutuhkan penelitian lanjutan karena sebagian besar hasilnya baru terlihat pada studi laboratorium dan hewan percobaan. Pati resisten juga bekerja layaknya prebiotik, yakni menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus. Kehadiran bakteri baik penting untuk menjaga keseimbangan mikrobiota usus, mendukung sistem imun, hingga membantu menekan peradangan dalam tubuh.
Membantu Kenyang Lebih Lama dan Mengontrol Berat Badan
Keunggulan lain nasi dingin adalah proses pencernaannya yang lebih lambat dibanding nasi panas yang baru matang. Efeknya, rasa kenyang dapat bertahan lebih lama sehingga keinginan untuk makan berlebihan bisa berkurang.
Kondisi ini dinilai bermanfaat bagi penderita diabetes yang juga sedang berupaya mengendalikan berat badan, mengingat obesitas menjadi salah satu faktor risiko gangguan gula darah.
Baca juga: Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat
Meski memiliki sejumlah manfaat, konsumsi nasi dingin tetap tidak boleh dilakukan sembarangan. Penderita diabetes perlu memperhatikan beberapa hal agar manfaatnya optimal.
Pertama, nasi perlu disimpan dalam wadah bersih dan tertutup untuk mencegah kontaminasi bakteri selama proses pendinginan.
Kedua, nasi yang telah didinginkan sebaiknya dipanaskan kembali sebelum dimakan. Selain membuat tekstur lebih nyaman dikonsumsi, proses pemanasan membantu mengurangi risiko pertumbuhan bakteri.
Ketiga, nasi dingin tetap perlu dipadukan dengan pola makan sehat, seperti sayuran, lauk tinggi protein, dan membatasi makanan tinggi gula, lemak, maupun kalori.
Perlu dipahami pula bahwa nasi dingin bukan pengganti obat atau terapi diabetes. Efek terhadap pengendalian gula darah cenderung terjadi jika dikonsumsi secara konsisten dan tetap disertai pengobatan serta kontrol rutin ke tenaga medis.
Baca juga: Manfaat Nanas untuk Kolesterol Tinggi: Bantu Turunkan Lemak Darah hingga Jaga Kesehatan Jantung
Dengan kata lain, nasi dingin memang berpotensi menjadi alternatif yang lebih baik dibanding nasi panas bagi penderita diabetes, tetapi tetap harus menjadi bagian dari pola hidup sehat secara menyeluruh. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.