ORBIT-NEWS.COM, BANJARNEGARA - Produk gula singkong cair asal Desa Punggelan, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara mulai mencuri perhatian pasar nasional. Di tengah meningkatnya tren penggunaan pemanis alami yang dinilai lebih sehat, inovasi olahan singkong ini berhasil membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas singkong.
Usaha yang dirintis Johan Irawan tersebut mengubah singkong menjadi gula cair dengan tingkat kemanisan tinggi dan karakter rasa yang tetap netral. Produk ini kini tidak hanya dipasarkan di wilayah Jawa Tengah, tetapi juga telah dikirim ke sejumlah daerah lain di Indonesia.
Dalam sebulan, kapasitas produksi gula singkong cair milik Johan mencapai sekitar 3 hingga 4 ton untuk memenuhi permintaan konsumen dari berbagai wilayah, mulai dari Kalimantan Timur, Riau, Lampung, Jawa Timur hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Permintaan paling besar datang dari Kalimantan Timur, khususnya wilayah Tenggarong. Di sana gula singkong cair banyak digunakan sebagai bahan pembuatan sirup,” kata Johan.
Menurutnya, bahan utama yang diolah bukan singkong secara langsung, melainkan pati atau tapioka yang diekstrak terlebih dahulu. Proses produksi dilakukan melalui dua tahapan utama agar menghasilkan kandungan gula alami dengan tingkat kemanisan optimal.
Baca juga: Polresta Banyumas Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Ganja, Pengedar Asal Wangon Dibekuk
Tahap pertama adalah proses liquifikasi yang berfungsi memecah pati tapioka menjadi bentuk cair. Setelah itu dilanjutkan dengan proses sakarifikasi untuk memunculkan kandungan gula, terutama fruktosa, sehingga menghasilkan pemanis cair siap pakai.
“Liquifikasi dilakukan untuk mengubah tapioka menjadi cair, kemudian sakarifikasi untuk proses pembentukan gulanya, terutama kandungan fruktosa,” jelasnya.
Tingkat Kemanisan Dua Kali Lipat
Keunggulan gula singkong cair ini terletak pada tingkat kemanisannya yang diklaim mencapai dua kali lebih tinggi dibanding gula konvensional. Meski demikian, produk tersebut tidak mengubah aroma maupun rasa asli pada makanan dan minuman yang dicampurkan.
Hal itu membuat gula singkong cair mulai dilirik pelaku industri kuliner, produsen minuman, hingga usaha rumahan yang membutuhkan pemanis alami dengan cita rasa lebih stabil.
Baca juga: Rumah di Kemranjen Banyumas Ludes Dibakar, Pelaku Diduga Anak Kandung yang Alami Gangguan Jiwa
“Produk ini lebih sehat karena berasal dari bahan alami dan memiliki kalori lebih rendah. Cocok digunakan untuk berbagai jenis makanan maupun minuman tanpa menghilangkan rasa aslinya,” kata Johan.
Meningkatnya permintaan gula singkong cair dari Banjarnegara menjadi bukti bahwa inovasi berbasis pangan lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dari komoditas singkong yang selama ini identik sebagai bahan pangan sederhana, kini lahir produk bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi menjadi unggulan baru dari wilayah selatan Jawa Tengah. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.