Banner Utama

Kemiskinan di Cilacap Tengah Jadi Sorotan, Lebih dari 37 Ribu Warga Masuk Kelompok Berpenghasilan Rendah

Banyumas Raya
By Vivin  —  On May 21, 2026
Caption Foto : Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Cilacap, Annisa Fabriana. (Foto : Dok. Diskominfo Cilacap).

ORBIT-NEWS.COM, CILACAP — Persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan besar di Kecamatan Cilacap Tengah. Pemerintah mencatat sebanyak 37.193 warga masuk kategori desil 1 hingga desil 5 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah. Jumlah tersebut berasal dari 13.058 kepala keluarga dari total penduduk sekitar 95.872 jiwa.

Camat Cilacap Tengah, Agung Wibowo mengatakan angka tersebut merupakan hasil validasi terbaru yang menunjukkan masih besarnya jumlah warga yang membutuhkan perhatian dan intervensi program pemerintah.

“Berdasarkan hasil validasi terakhir, terdapat 13.058 kepala keluarga dengan jumlah 37.193 jiwa yang masuk desil 1 sampai desil 5. Ini menjadi perhatian bersama dalam upaya pengentasan kemiskinan,” kataAgung.

Ia menjelaskan, Kecamatan Cilacap Tengah memiliki wilayah seluas sekitar 51 kilometer persegi yang mencakup lima kelurahan, yakni Donan, Gunungsimping, Sidanegara, Lomanis, dan Kutawaru. Dari lima wilayah tersebut, Kelurahan Kutawaru menjadi kawasan terluas dengan karakteristik geografis yang berbeda karena akses transportasi menuju lokasi harus dilakukan dengan penyeberangan.

Di sisi lain, Cilacap Tengah sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan. Sektor industri, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga perikanan dinilai mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Polresta Banyumas Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Ganja, Pengedar Asal Wangon Dibekuk

Keberadaan industri besar seperti PT Pertamina RU IV dan Pertamina Patra Niaga juga memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi daerah. Namun demikian, penguatan UMKM dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dinilai masih perlu dipacu agar dampaknya lebih merata.

Kemiskinan dan Stunting Jadi Fokus Utama

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Cilacap, Annisa Fabriana menegaskan bahwa kemiskinan dan stunting masih menjadi fokus utama pemerintah daerah pada tahun ini. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, dan tata kelola pemerintahan menjadi strategi penting untuk menekan angka kemiskinan.

“Pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan di Cilacap Tengah harus berjalan bersama agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” kata Annisa.

Dalam kesempatan yang sama, Annisa juga mengungkapkan Pemkab Cilacap telah mengusulkan kebutuhan 534 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2026. Formasi tersebut terdiri dari tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta tenaga teknis.

Baca juga: Rumah di Kemranjen Banyumas Ludes Dibakar, Pelaku Diduga Anak Kandung yang Alami Gangguan Jiwa

“Usulan kebutuhan ini bersifat zero growth, sehingga hanya menyesuaikan jumlah ASN yang memasuki masa pensiun,” jelasnya.

Selain penambahan formasi ASN, pemerintah daerah juga mendorong percepatan pemenuhan kebutuhan kepala sekolah di berbagai wilayah Kabupaten Cilacap sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Annisa mengakui kondisi pemerintahan saat ini menghadapi berbagai tantangan. Meski begitu, ia meminta seluruh elemen pemerintahan tetap menjaga sinergi dan kekompakan agar pelayanan publik tetap berjalan optimal. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, kelurahan, sektor pendidikan, hingga layanan kesehatan dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan di Cilacap. (*)


Baca juga: Polresta Banyumas Persempit Ruang Balap Liar, Pelanggar Ditindak Tegas

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: