Banner Utama

Digitalisasi Pesantren Jadi Sorotan, MUI Dorong Pembelajaran Kitab Kuning Berbasis Teknologi

Pendidikan
By Ariyani  —  On May 24, 2026
Caption Foto : Ketua Komisi Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Basnang Said. (Foto ; Dok. MUI).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Transformasi pendidikan pesantren memasuki babak baru. Ketua Komisi Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Basnang Said, mendorong modernisasi sistem pembelajaran pesantren melalui pemanfaatan teknologi digital tanpa menghilangkan nilai tradisi yang selama ini menjadi identitas pesantren.

Menurutnya, perubahan metode belajar menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari seiring perubahan karakter generasi santri saat ini. Pola pembelajaran konvensional yang selama puluhan tahun diterapkan dinilai perlu dipadukan dengan inovasi agar proses belajar lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Santri hari ini tumbuh di era digital. Karena itu, pesantren juga perlu menghadirkan inovasi dalam metode pembelajaran agar materi lebih mudah dipahami tanpa meninggalkan akar tradisi,” kata Basnang.

Salah satu gagasan yang disorot adalah digitalisasi pembelajaran kitab kuning. Ke depan, kitab klasik yang selama ini identik dengan buku cetak dinilai dapat dikembangkan dalam bentuk digital untuk mempermudah akses dan pemahaman para santri.

Teknologi Untuk Perkuat Penyampaian Ilmu

Baca juga: Dua Sekolah Muhammadiyah Masuk SMA Unggul Garuda 2026, Bukti Mutu Pendidikan Kian Diakui Nasional

Basnang menilai, pemanfaatan teknologi bukan berarti menggeser tradisi pesantren, melainkan memperkuat cara penyampaian ilmu. Digitalisasi justru dapat menjadi jembatan antara metode pendidikan klasik dengan kebutuhan generasi muda yang lebih akrab dengan media visual dan teknologi interaktif.

Ia juga membayangkan ruang belajar pesantren di masa mendatang dilengkapi perangkat digital seperti layar interaktif atau media visual pendukung. Dengan cara tersebut, para kiai dan pengajar dapat menampilkan contoh konkret saat menjelaskan materi sehingga proses belajar menjadi lebih menarik.

“Tradisi pesantren tetap dipertahankan, tetapi metode penyampaiannya bisa menyesuaikan perkembangan teknologi. Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran,” katanya.

Meski mendukung pemanfaatan teknologi, Basnang mengingatkan bahwa penggunaan perangkat digital di lingkungan pesantren tetap harus memiliki aturan yang jelas agar tidak mengganggu konsentrasi belajar santri.

Menurutnya, perangkat seperti tablet, iPad, atau media elektronik lain dapat dimanfaatkan secara terkontrol melalui kebijakan lembaga sehingga fungsi teknologi tetap berfokus pada pendidikan.

Baca juga: FTIK UIN Saizu Kirim 300 Mahasiswa ke Banjarnegara, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Sekolah

Selain membahas transformasi pembelajaran, Komisi Pesantren MUI juga menjadikan kegiatan short course sebagai langkah awal untuk merumuskan arah pengembangan pesantren yang lebih adaptif terhadap tantangan masa depan.

Tak hanya sektor pendidikan, MUI berencana memperkuat peran pesantren dalam bidang dakwah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai amanat regulasi pesantren.

“Pesantren memiliki peran yang luas, bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak dakwah dan pemberdayaan masyarakat yang harus terus diperkuat,” tegasnya. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: