ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan lebih dari tiga juta paket makanan siap santap atau ready to eat (RTE) bagi jamaah haji Indonesia selama pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) 1447 Hijriah/2026 Masehi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan konsumsi jamaah tetap terpenuhi saat mobilitas meningkat dan aktivitas ibadah berlangsung padat.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj, Jaenal Effendi mengungkapkan, total kebutuhan makanan siap saji yang disiapkan untuk fase Armuzna mencapai sekitar 3.082.200 paket.
“Total RTE yang dibutuhkan selama pelaksanaan Armuzna sekitar 3.082.200 paket dan dibagi dalam dua kelompok distribusi,” kata Jaenal.
Ia menjelaskan, distribusi tahap pertama diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi jamaah pada 8–12 Dzulhijjah dengan jumlah sekitar 1.849.680 paket. Penyediaannya dilakukan melalui kerja sama dua syarikah bersama PT Halalanto Iba dan Family Food. Seluruh paket pada tahap tersebut disebut telah selesai didistribusikan untuk mendukung kelancaran layanan konsumsi selama puncak ibadah haji.
Sementara itu, kebutuhan tahap kedua disiapkan untuk periode 7, 8, dan 13 Dzulhijjah dengan total 1.232.520 paket. Produksi makanan dilakukan oleh industri pangan asal Indonesia yang menggandeng mitra perusahaan di Arab Saudi.
Baca juga: Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemenag Gencarkan Gerakan Halal Lifestyle untuk UMKM dan Masyarakat
Antisipasi Gangguan Pasokan Bahan Baku
Jaenal menuturkan, percepatan penyediaan logistik makanan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan bahan baku yang dipengaruhi dinamika geopolitik global.
“Kami memastikan pelaksanaan Armuzna dari tanggal 7 sampai 13 Dzulhijjah tetap aman dan kebutuhan jamaah bisa terpenuhi,” katanya.
Saat ini sebagian besar paket makanan siap santap telah tersedia di dapur penyedia dan dijadwalkan segera didistribusikan ke hotel-hotel tempat jamaah Indonesia menginap. Untuk menjaga kenyamanan jamaah, menu yang disiapkan dibuat menyesuaikan selera masyarakat Indonesia. Beberapa hidangan yang masuk dalam paket RTE di antaranya gulai ayam wortel kentang, semur ayam kacang merah, rendang daging kacang merah, kare ayam kentang, nasi basmati putih, hingga nasi uduk.
Menurut Jaenal, makanan tersebut dirancang praktis karena dapat langsung dikonsumsi tanpa proses pemanasan ataupun pengolahan tambahan.
Baca juga: Melalui Aplikasi Reviu MBG, Penerima Manfaat Kini Bisa Nilai Kualitas Makanan Secara Langsung
“Paket ini bisa langsung dibuka dan dimakan sehingga memudahkan jamaah saat berada di lokasi Armuzna,” jelasnya.
Selain itu, petugas haji juga diminta memberikan edukasi kepada jamaah mengenai penggunaan dan konsumsi makanan siap santap agar distribusi berjalan optimal.
Kemenhaj memastikan seluruh paket RTE memiliki masa simpan hingga 18 bulan serta telah melewati pengujian laboratorium sehingga aman dikonsumsi selama operasional haji berlangsung. Dengan penyediaan logistik ini, pemerintah berharap jamaah haji Indonesia dapat lebih fokus menjalankan rangkaian ibadah selama fase Armuzna tanpa terkendala kebutuhan konsumsi.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.