ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Persoalan jalan rusak, kondisi ekonomi masyarakat, hingga pelayanan keagamaan menjadi sorotan utama dalam kegiatan reses anggota DPR RI, Yanuar Arif Wibowo, yang digelar di Kabupaten Banyumas, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan tokoh masyarakat dari berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, pelaku seni budaya, hingga perwakilan masyarakat desa. Seluruh anggota DPRD Banyumas Fraksi PKS juga turut hadir dalam forum penyerapan aspirasi tersebut.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Infrastruktur jalan desa dan jalan kabupaten yang rusak menjadi keluhan paling dominan yang disampaikan warga.
Yanuar Arif Wibowo mengakui persoalan infrastruktur di Banyumas masih cukup kompleks. Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu hambatan utama dalam percepatan pembangunan.
“Banyak usulan masyarakat terkait jalan rusak dan pembangunan infrastruktur. Persoalannya bukan hanya pada perencanaan, tetapi kemampuan anggaran daerah yang saat ini cukup terbatas,” ujar Yanuar.
Baca juga: Polresta Banyumas Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Ganja, Pengedar Asal Wangon Dibekuk
Ia juga menyoroti dampak pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai Rp390 miliar terhadap pembangunan di Banyumas. Kondisi tersebut dinilai membuat sejumlah program pembangunan belum dapat berjalan maksimal.
“Keluhan soal infrastruktur masih mendominasi. Banyak jalan desa dan jalan kabupaten yang perlu segera diperbaiki, namun kondisi fiskal daerah saat ini memang menjadi tantangan terbesar,” ujar Yanuar.
Selain infrastruktur, warga juga menyampaikan persoalan ekonomi masyarakat, pengembangan seni budaya lokal, hingga kebutuhan akses pelayanan keagamaan yang lebih baik.
Menurut Yanuar, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal anggota legislatif, tetapi menjadi ruang komunikasi langsung antara masyarakat dan wakil rakyat agar persoalan yang muncul dapat ditangani sesuai kewenangan masing-masing.
"Kami ingin semua isu masyarakat punya jalur penyelesaian yang jelas. Kalau masalahnya di kabupaten ya diselesaikan di kabupaten, kalau provinsi ya provinsi, pusat ya pusat,” tegasnya.
Baca juga: Rumah di Kemranjen Banyumas Ludes Dibakar, Pelaku Diduga Anak Kandung yang Alami Gangguan Jiwa
Kolaborasi Jadi Kunci
Sementara itu, Ketua DPD PKS Banyumas, Sigit Yulianto, menilai pembangunan daerah membutuhkan kerja sama lintas elemen. Ia menegaskan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan legislatif menjadi kunci untuk mendorong kemajuan Banyumas.
Baca juga: Firman Soebagyo Ingatkan Pemerintah, Ekonomi Sulit Tumbuh Jika Sektor Swasta Terus Tertekan
Menurutnya, partai politik tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi maupun mengawal pembangunan daerah.
“Kolaborasi menjadi hal penting untuk membangun Banyumas. Semua elemen harus bergerak bersama agar persoalan masyarakat bisa diselesaikan,” ucap Sigit.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.