Banner Utama

CNG Disiapkan Jadi Pengganti LPG Impor, Pemerintah Dorong Kemandirian Energi Nasional

Nasional
By Ariyani  —  On May 07, 2026
Caption Foto : Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto : Dok. Setneg).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah mulai mematangkan strategi baru untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Salah satu langkah yang kini tengah dikaji serius adalah pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi domestik untuk kebutuhan masyarakat dan industri.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional di tengah situasi geopolitik global yang dinilai semakin tidak menentu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah saat ini masih melakukan pembahasan intensif terkait pengembangan CNG sebagai substitusi LPG. Menurutnya, opsi tersebut dinilai cukup menjanjikan karena bahan bakunya tersedia melimpah di dalam negeri.

Baca juga: Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemenag Gencarkan Gerakan Halal Lifestyle untuk UMKM dan Masyarakat

“Sekarang masih dalam pembahasan. Kita sedang mengkaji pembuatan CNG sebagai salah satu alternatif terbaik untuk mendorong kemandirian energi, khususnya di sektor LPG,” kata Bahlil.

Saat ini konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun. Namun, produksi domestik baru mampu memenuhi sekitar 1,6 hingga 1,7 juta ton. Sisanya masih harus dipenuhi melalui impor, sehingga membebani neraca energi nasional.

Diversifikasi Energi

Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mempercepat diversifikasi energi berbasis sumber daya dalam negeri. Salah satunya melalui optimalisasi gas alam menjadi CNG yang dinilai lebih efisien dan berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Bahlil menjelaskan, CNG berasal dari gas alam yang didominasi kandungan metana (C1) dan etana (C2). Gas tersebut kemudian dipadatkan menggunakan teknologi tekanan tinggi hingga mencapai 250 sampai 400 bar agar dapat digunakan secara optimal.

Baca juga: Melalui Aplikasi Reviu MBG, Penerima Manfaat Kini Bisa Nilai Kualitas Makanan Secara Langsung

“Bahan baku CNG berasal dari gas domestik. Industri kita memiliki potensi besar untuk itu. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkan teknologi kompresinya agar pemanfaatannya lebih luas,” katanya.

Pemanfaatan CNG sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Saat ini energi tersebut telah digunakan di berbagai sektor seperti hotel, restoran, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).

Pemerintah mencatat terdapat 57 badan usaha niaga yang bergerak di sektor CNG. Seluruh pasokan bahan bakunya juga berasal dari dalam negeri, sehingga dinilai lebih aman dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Menurut Bahlil, penggunaan energi berbasis sumber daya domestik menjadi prioritas pemerintah untuk menghadapi potensi krisis energi global.

“Dalam situasi geopolitik dunia yang tidak menentu, kita harus punya strategi bertahan. Karena itu, semua potensi energi dalam negeri harus kita prioritaskan,” tegasnya.

Pengembangan CNG menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Selain CNG, pemerintah juga terus mendorong peningkatan lifting minyak dan gas bumi (migas), pengembangan bahan bakar nabati seperti B50, hingga diversifikasi LPG melalui proyek Dimethyl Ether (DME).Langkah diversifikasi energi tersebut diharapkan mampu menekan impor energi sekaligus menjaga stabilitas pasokan nasional di tengah fluktuasi harga energi dunia.

Baca juga: KPK Warning Praktik Titipan dan Pungli SPMB 2026, Sekolah Diminta Tolak Gratifikasi dan Jaga Integritas

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: