ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Prestasi gemilang ditorehkan mahasiswa Program Studi S1 Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan keberhasilan meraih Silver Medal pada Lomba Essay Tingkat Nasional (LETIN) 7 yang digelar Universitas Janabadra, Yogyakarta, pada pertengahn Februari 2026.
Tim yang terdiri dari Asika Maulida Pasha, Sri Nastiti, dan Nisya Nur Afifah berhasil memukau dewan juri melalui esai berjudul “Flourish: Suplemen Herbal Berbasis Ekstrak Nigella sativa dan Moringa oleifera sebagai Imunomodulator dalam Terapi Adjuvan Penderita Lupus Arthritis”, yang masuk dalam subtema kesehatan. Bimbingan tim diberikan oleh Prof. Dr. Hernayanti, dosen senior Biologi Unsoed.
Sri Nastiti menjelaskan, prevalensi penyakit autoimun seperti lupus arthritis cukup tinggi, berkisar 32,9%–75,5%. Terapi konvensional seperti kortikosteroid, OAINS, antimalaria sintetik, dan imunosupresan memang efektif menekan gejala inflamasi, namun penggunaan jangka panjang dapat memicu efek samping serius, termasuk osteoporosis, hipertensi, gangguan metabolik, hingga risiko infeksi meningkat.
“Hal ini mendorong kami mencari alternatif yang lebih aman, efektif, dan berkelanjutan. FLOURISH menawarkan pendekatan food as medicine, mengombinasikan ekstrak Nigella sativa, yang berperan sebagai imunomodulator, dengan Moringa oleifera, yang berpotensi menurunkan penanda inflamasi seperti CRP dan MDA,” ungkap Sri.
Menurut tim, kombinasi kedua bahan herbal ini mampu menekan inflamasi, meningkatkan kapasitas antioksidan, dan memperkuat daya tahan tubuh, sehingga berpotensi menjadi terapi adjuvan yang lebih aman untuk pasien lupus dalam jangka panjang.
Baca juga: 400 Siswa Unggulan Lolos Seleksi SMA Kemala Taruna Bhayangkara 2026
Kontribusi Untuk Kesehatan
Keberhasilan ini tidak hanya menegaskan kemampuan mahasiswa Unsoed dalam mengembangkan inovasi berbasis riset, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata terhadap kesehatan masyarakat. Prestasi ini sejalan dengan komitmen Unsoed dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui inovasi kesehatan yang berkelanjutan, serta SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan tinggi berbasis riset dan kompetisi ilmiah.
Dengan pencapaian ini, mahasiswa Unsoed menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi hayati lokal bisa menjadi solusi inovatif bagi tantangan kesehatan global, sekaligus menjadi kebanggaan institusi.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk kami sebagai tim, tapi juga untuk Unsoed dan seluruh civitas akademika yang mendukung riset kami. Kami berharap FLOURISH bisa menjadi inspirasi bagi inovasi kesehatan berbasis herbal lainnya dan memberikan manfaat nyata bagi pasien lupus di Indonesia,” kata Asika Maulida Pasha, salah satu anggota tim
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.