ORBIT-NEWS.COM, YOGYAKARTA – Upaya transformasi digital terus digenjot oleh Muhammadiyah sebagai bagian dari langkah strategis menghadapi era teknologi yang kian dinamis. Hal ini terlihat dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) SATUMU yang digelar oleh Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah bersama PWM DIY di SMA Muhammadiyah 1 Kota Yogyakarta.
Wakil Sekretaris I MPI PP Muhammadiyah, Amir Nashiruddin mengatakan, digitalisasi bukan sekadar program, melainkan bagian dari langkah besar Muhammadiyah dalam memasuki abad kedua perjalanannya.
“Digitalisasi ini bukan hanya amanat muktamar, tetapi juga menjadi penanda bahwa Muhammadiyah siap beradaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin kompleks,” terangnya.
Menurut Amir, identitas Muhammadiyah sebagai organisasi modern dan progresif harus ditopang oleh sistem digital yang kuat. Oleh karena itu, berbagai platform mulai dikembangkan, termasuk Direktori Organisasi Muhammadiyah sebagai pusat data terintegrasi serta E-KTAM yang menjadi identitas digital resmi anggota.
Baca juga:
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, Kemenag Gencarkan Gerakan Halal Lifestyle untuk UMKM dan Masyarakat
Ia menilai, ke depan konsep kantor konvensional akan semakin tergeser oleh sistem kerja berbasis digital yang dinilai lebih cepat, efisien, dan fleksibel.
“Digitalisasi menjadi fondasi penting agar organisasi dapat bergerak lebih responsif. Sistem kantor digital akan menjadi kebutuhan utama,” jelasnya.
Agen Verifikator
Tak hanya itu, Muhammadiyah juga memperkuat struktur pendukung digitalisasi melalui pembentukan agen dan verifikator di seluruh tingkatan organisasi. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran PP Muhammadiyah Nomor 5 Tahun 2025.
Peran agen verifikator dinilai sangat vital dalam memastikan akurasi serta integrasi data organisasi hingga ke level akar rumput. Mereka menjadi ujung tombak dalam menggerakkan sistem digital persyarikatan secara menyeluruh.
Baca juga:
Melalui Aplikasi Reviu MBG, Penerima Manfaat Kini Bisa Nilai Kualitas Makanan Secara Langsung
“Agen verifikator adalah tulang punggung digitalisasi Muhammadiyah. Jika peran ini berjalan optimal, maka seluruh sistem akan terintegrasi dengan baik,” tambah Amir.
Di akhir kegiatan, Amir juga memberikan apresiasi atas dukungan aktif dari PWM DIY dan PDM Kota Yogyakarta dalam menyukseskan agenda digitalisasi tersebut. Ia menyebut partisipasi yang tinggi menjadi sinyal kuat bahwa Muhammadiyah siap melangkah lebih jauh dalam transformasi digital.
“Ini menunjukkan bahwa semangat pembaruan dan keterbukaan terhadap perubahan memang sudah menjadi karakter Muhammadiyah,” pungkasnya.