ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Senyum putih dan cerah kerap dianggap mampu meningkatkan rasa percaya diri. Tak heran jika banyak orang berlomba-lomba melakukan perawatan pemutihan gigi atau teeth whitening. Namun, di balik hasil yang menjanjikan, prosedur ini ternyata tidak boleh dilakukan sembarangan karena dapat berdampak pada kesehatan gigi dan gusi.
Pemutihan gigi pada dasarnya bertujuan mengembalikan atau mencerahkan warna alami gigi. Prosedur tersebut idealnya dilakukan di bawah pengawasan dokter gigi untuk memastikan keamanan sekaligus memperoleh hasil yang optimal.
Saat ini, layanan pemutihan gigi banyak ditawarkan, mulai dari klinik gigi, salon kecantikan, hingga produk pemutih yang dijual bebas di pasaran. Meski terlihat praktis, penggunaan produk atau layanan tanpa pengawasan tenaga profesional berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan mulut.
Dokter gigi biasanya menawarkan dua metode utama dalam prosedur pemutihan gigi. Metode pertama menggunakan cetakan gigi khusus yang dibuat sesuai bentuk rahang pasien. Cetakan tersebut digunakan di rumah bersama gel pemutih yang diresepkan dokter. Perawatan berlangsung sekitar satu bulan dengan pemeriksaan rutin untuk memantau perkembangan. Beberapa jenis gel bahkan dapat dipakai selama delapan jam sehingga proses pemutihan dapat berlangsung lebih cepat.
Cara kedua adalah pemutihan dengan bantuan laser. Pada metode ini, dokter akan mengoleskan bahan pemutih ke permukaan gigi, kemudian menyinari gigi menggunakan laser selama kurang lebih satu jam. Sinar laser berfungsi mengaktifkan bahan pemutih agar bekerja lebih efektif. Meskipun memberikan hasil lebih cepat, biaya prosedur ini umumnya lebih tinggi dibandingkan metode cetakan gigi.
Baca juga: Manfaat Jalan Kaki, Olahraga Sederhana Yang Berdampak Besar Bagi Kesehatan
Pemutihan gigi sebaiknya hanya dilakukan pada orang yang memiliki kondisi gigi dan gusi sehat. Sama seperti prosedur medis lainnya, perawatan ini juga memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum dilakukan.
Secara medis, pemutihan gigi dapat menjadi bagian dari penanganan kondisi tertentu, seperti perubahan warna akibat saraf gigi yang mati, maupun untuk kebutuhan estetika. Namun, prosedur yang dilakukan di salon kecantikan atau menggunakan produk tanpa rekomendasi dokter dapat meningkatkan risiko komplikasi.
Salah satu risiko yang sering terjadi adalah iritasi pada gusi akibat cetakan gigi yang tidak sesuai ukuran sehingga gel pemutih bocor dan mengenai jaringan lunak di sekitarnya. Penggunaan bahan pemutih secara tidak tepat juga dapat menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif, menimbulkan rasa nyeri, bahkan merusak lapisan enamel atau email gigi.
Perhatikan Hal Ini Sebelum Memutuskan Memutihkan Gigi
Sebelum menjalani prosedur pemutihan gigi, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Pastikan masalah kesehatan gigi seperti gigi berlubang, nyeri gigi, maupun radang gusi telah ditangani terlebih dahulu. Kondisi gigi yang tidak sehat dapat memperbesar risiko efek samping selama proses pemutihan.
Baca juga: Musim Kemarau Picu Bibir Kering, Begini Cara Menjaganya
Bagi masyarakat yang memilih produk pemutih gigi yang dijual bebas, penting untuk membaca kandungan bahan serta petunjuk penggunaannya secara teliti. Hindari produk dengan kadar peroksida tinggi karena berpotensi meningkatkan risiko iritasi dan sensitivitas gigi.
Selain itu, bahan pemutih gigi tidak disarankan digunakan oleh ibu hamil dan menyusui. Bahkan pada gigi yang sehat sekalipun, prosedur pemutihan masih dapat menyebabkan rasa ngilu atau sensitif untuk sementara waktu.
Perlu diketahui, hasil pemutihan gigi tidak bersifat permanen. Warna gigi yang telah memutih umumnya bertahan selama beberapa bulan hingga maksimal dua tahun. Efeknya bisa memudar lebih cepat pada orang yang rutin mengonsumsi kopi, teh, minuman bersoda, atau memiliki kebiasaan merokok.
Karena itu, konsultasi dengan dokter gigi sebelum melakukan pemutihan menjadi langkah terbaik agar senyum cerah yang diinginkan dapat diperoleh tanpa mengorbankan kesehatan gigi dan mulut. (*)
Baca juga: 7 Makanan Sehat untuk Jantung yang Wajib Dikonsumsi
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.