ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Di tengah gempuran destinasi wisata baru dan hantaman pandemi yang sempat melumpuhkan sektor pariwisata, The Village Baturraden tetap berdiri kokoh sebagai salah satu tempat wisata keluarga favorit di Banyumas. Bahkan setelah lebih dari delapan tahun beroperasi, destinasi yang berlokasi di Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden ini terus bertransformasi menjadi wisata edukasi yang menghadirkan pengalaman liburan lebih menarik dan berkesan.
Tak hanya menawarkan panorama alam yang asri, The Village kini menghadirkan berbagai wahana edukatif, permainan interaktif untuk anak-anak, hingga mini zoo dengan atraksi satwa unik yang sukses mencuri perhatian pengunjung.
Owner The Village, Suyono, mengungkapkan, pandemi menjadi tantangan terbesar yang pernah dihadapi dunia wisata, termasuk The Village. Namun, tempat wisata tersebut tetap dipertahankan karena memiliki nilai emosional dan menjadi impian pribadinya di masa tua.
“Pandemi memang menjadi pukulan besar bagi dunia pariwisata. Tetapi The Village ini adalah impian saya, jadi tetap saya pertahankan,” kata Suyono.
Suyono menceritakan, ide pembangunan The Village berawal dari pengalaman wisata bersama teman-temannya ke kawasan Lembang, Bandung. Saat itu ia merasa nyaman dengan suasana wisata yang alami dan menenangkan hingga enggan pulang ketika tempat wisata tersebut hendak tutup.
Baca juga: Polresta Banyumas Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Ganja, Pengedar Asal Wangon Dibekuk
Momen itu kemudian menjadi inspirasi besar bagi keluarganya. Sang anak yang saat itu menemaninya bahkan berjanji akan membangun tempat wisata serupa di Banyumas.
“Janji anak saya ternyata dipenuhi. Akhirnya dibangunlah The Village ini dengan konsep alam yang nyaman, ada kolam di tengah dan perahu yang mengelilingi kolam,” tuturnya.
Konsep wisata yang memadukan nuansa alam, desain estetik, dan suasana keluarga menjadi daya tarik utama The Village sejak pertama kali dibuka.
Mini Zoo dan Atraksi Burung Makao Jadi Favorit Anak-anak
Baca juga: Rumah di Kemranjen Banyumas Ludes Dibakar, Pelaku Diduga Anak Kandung yang Alami Gangguan Jiwa
Seiring perkembangan waktu, The Village terus melakukan inovasi agar tetap diminati wisatawan. Salah satu yang kini menjadi magnet utama adalah keberadaan mini zoo dengan berbagai koleksi satwa menarik.
Pengunjung dapat melihat beragam hewan seperti kuda, sapi, kambing, Burung Unta, hingga Burung Makao yang telah dilatih khusus untuk melakukan berbagai atraksi unik.
“Kita punya dua Burung Makao yang sudah pandai naik sepeda, mengerek bendera, bahkan mengambil sampah dan membuangnya ke tempat sampah. Pelatihnya didatangkan khusus dari Taman Safari,” jelas Suyono.
Atraksi Burung Makao tersebut menjadi salah satu pertunjukan paling digemari anak-anak dan keluarga yang berkunjung ke The Village.
Berdiri di atas lahan seluas sekitar 3 hektar dari total area 7 hektar yang dimiliki, The Village menghadirkan suasana wisata yang nyaman dengan banyak pepohonan rindang, jembatan di atas kolam, hingga bangunan bergaya estetik yang cocok menjadi spot foto favorit pengunjung.
Baca juga: Polresta Banyumas Persempit Ruang Balap Liar, Pelanggar Ditindak Tegas
Selain itu, tersedia pula berbagai wahana permainan edukasi dan aktivitas seru untuk anak-anak maupun keluarga. Pengunjung dapat menikmati kereta mini yang berkeliling area wisata, perahu dan sepeda air, berkuda, playground anak, hingga berbagai permainan edukatif warna-warni yang dirancang untuk mengasah kreativitas dan motorik anak. Area interaksi satwa di mini zoo juga menjadi salah satu spot favorit keluarga saat berkunjung ke The Village.
Tak hanya wisata, The Village juga mengembangkan konsep agrowisata dan kuliner keluarga melalui Restoran Kebon Ijo yang menjadi salah satu penopang utama keberlangsungan destinasi tersebut.
“Ke depan rencananya area belakang akan dibuat kebun buah dan hotel. Untuk restoran sendiri, bahan-bahannya juga berasal dari kebun sendiri seperti melon, alpukat, anggur hingga lele,” kata Suyono.
Baca juga: FTIK UIN Saizu Kirim 300 Mahasiswa ke Banjarnegara, Bantu Atasi Kekurangan Guru di Sekolah
Tetap Bertahan di Tengah Persaingan Wisata Baru
Saat pertama kali dibuka pada tahun 2018, jumlah pengunjung The Village sempat mencapai sekitar 2.000 orang per hari. Desain kawasan yang memadukan konsep barat dan nusantara, serta perpaduan suasana alam dan perkotaan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Meski kini jumlah pengunjung mengalami penurunan menjadi sekitar 500 orang per hari, The Village tetap mampu bertahan dan terus berkembang di tengah persaingan wisata baru di kawasan Baturraden.
Keberadaan Restoran Kebon Ijo yang buka hingga malam hari juga menjadi nilai tambah tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana santai bersama keluarga.
Dengan berbagai inovasi yang terus dilakukan, The Village Baturraden tidak hanya menjadi tempat wisata biasa, tetapi juga destinasi edukasi keluarga yang menghadirkan pengalaman liburan menyenangkan, nyaman, dan penuh nilai pembelajaran bagi anak-anak.
Baca juga: Dalami Kasus Penipuan Berkedok Sultan Nusantara, Polresta Banyumas Gandeng MUI Bentuk Tim Tabayun
Bagi masyarakat Banyumas dan wisatawan luar daerah yang ingin menikmati wisata alam, edukasi, kuliner, dan hiburan keluarga dalam satu lokasi, The Village Baturraden menjadi destinasi yang layak masuk daftar kunjungan akhir pekan Anda.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.