ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Diet alkaline semakin populer sebagai salah satu metode penurunan berat badan yang diklaim mampu menjaga keseimbangan tubuh. Pola makan ini berfokus pada pengurangan konsumsi makanan yang dianggap dapat meningkatkan kadar asam dalam tubuh, sekaligus memperbanyak asupan makanan bersifat basa.
Konsep dasar diet ini berangkat dari teori bahwa makanan tertentu dapat memengaruhi tingkat keasaman (pH) tubuh. Peningkatan kadar asam disebut-sebut berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kenaikan berat badan, jerawat, hingga gangguan sendi. Sebaliknya, makanan bersifat basa dipercaya dapat membantu menyeimbangkan kondisi tersebut.
Dalam praktiknya, pelaku diet alkaline dianjurkan memperbanyak konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Sementara itu, sejumlah makanan seperti daging, produk olahan, makanan kaleng, camilan kemasan, kafein, alkohol, hingga produk susu disarankan untuk dibatasi.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa pola makan ini tidak serta-merta mengharuskan seseorang menghilangkan sumber protein dan gandum sepenuhnya dari menu harian. Keseimbangan nutrisi tetap menjadi faktor penting agar tubuh tetap mendapatkan asupan yang dibutuhkan.
Baca juga:
Rutin Berolahraga, Kunci Menjaga Jantung Tetap Sehat dan Kuat
Manfaat Diet Alkaline
Dari sisi manfaat, diet alkaline dinilai dapat membantu menurunkan berat badan karena mendorong konsumsi makanan alami dan rendah gula. Selain itu, pola makan ini juga dikaitkan dengan peningkatan keseimbangan mineral seperti kalium dan natrium yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung, tulang, serta otot.
Beberapa penelitian juga menunjukkan potensi diet ini dalam menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, stroke, dan hipertensi. Bahkan, terdapat indikasi bahwa pola makan berbasis buah dan sayur dapat mendukung efektivitas terapi tertentu, termasuk pada pasien kanker.
Namun, para peneliti menegaskan bahwa sebagian besar temuan tersebut masih berasal dari studi berskala kecil, sehingga belum dapat dijadikan kesimpulan yang kuat. Dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memastikan sejauh mana efektivitas diet alkaline terhadap kesehatan.
Di sisi lain, sejumlah studi justru menunjukkan bahwa konsumsi daging dan produk susu tidak secara signifikan memengaruhi pH tubuh. Hal ini disebabkan tubuh manusia memiliki sistem alami untuk menjaga keseimbangan kadar asam dan basa.
Baca juga:
Kurang Gerak Tingkatkan Risiko Kanker, Aktivitas Fisik Jadi Kunci Pencegahan
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan membatasi jenis makanan tertentu tanpa perencanaan yang tepat. Jika memilih menjalani diet alkaline, penting untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama protein dan kalsium, baik dari makanan alternatif maupun suplemen.
Dengan memahami prinsip dan batasannya, diet alkaline dapat menjadi pilihan pola makan sehat, asalkan dilakukan secara seimbang dan tidak mengabaikan kebutuhan gizi tubuh.