ORBIT-NEWS.COM, CILACAP - Seorang nelayan asal Cilacap dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut di perairan Samudera Hindia, selatan Pulau Nusakambangan. Hingga Jumat (10/4/2026), tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian secara intensif di lokasi kejadian.
Korban diketahui bernama Sungkowo (50), warga Desa Ujung Gagak, Kecamatan Cilacap. Ia berangkat melaut pada Kamis (9/4) sekitar pukul 16.00 WIB untuk menjaring ikan, namun tidak kunjung kembali hingga malam hari.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap, Muhamad Abdullah, mengatakan laporan kejadian diterima pihaknya pada Jumat pagi dan langsung ditindaklanjuti dengan pemberangkatan tim rescue ke lokasi.
“Kami menerima laporan pada pukul 05.45 WIB dan segera mengerahkan satu tim untuk melakukan pencarian di lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban. Upaya pencarian dilakukan secara maksimal bersama unsur SAR gabungan,” ujarnya.
Baca juga:
Jalur KA Prupuk–Linggapura Kembali Normal Bertahap Usai Perbaikan Jembatan, 13 Perjalanan Sempat Terdampak
Ia menjelaskan, sebelumnya pihak keluarga sempat melakukan pencarian mandiri setelah korban tidak pulang hingga Kamis (9/4/2026) pukul 21.00 WIB. Namun yang ditemukan hanya perahu milik korban dalam kondisi kosong di perairan.
Tim SAR yang diberangkatkan pada pukul 06.00 WIB diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 08.08 WIB. Area pencarian berada sekitar 19,2 mil laut dari Pelabuhan Sleko, mengarah ke perairan lepas yang dikenal memiliki karakter gelombang dan arus cukup kuat.
Dalam operasi ini, tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya perahu karet bermotor (RIB), drone untuk pemantauan udara, serta perlengkapan penyelamatan dan medis. Unsur yang terlibat meliputi Kantor SAR Cilacap, Lanal Cilacap, Polairud, potensi SAR, serta masyarakat setempat.
“Kami juga mengoptimalkan pemantauan udara menggunakan drone untuk memperluas jangkauan pencarian, mengingat kondisi laut yang cukup dinamis,” tambah Abdullah.
Hingga saat ini, korban masih dalam pencarian. Cuaca di lokasi dilaporkan berawan dengan kondisi yang relatif mendukung operasi. Tim SAR gabungan menyatakan akan terus melanjutkan pencarian hingga korban ditemukan.
Baca juga:
Penumpang KAI Daop 5 Purwokerto Melonjak 29 Persen di Awal 2026