Banner Utama

Ribuan Mahasiswa Unsoed Turun ke Desa, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045

Pendidikan
By Hermiana  —  On Jan 07, 2026
Caption Foto : Pelepasan mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ditandai dengan pemakaian atribut KKN secara simbolis. (Foto : Dok. Unsoed).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO -  Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali mengirimkan ribuan mahasiswa ke tengah masyarakat melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Januari–Februari 2026. Sebanyak 1.115 mahasiswa resmi diterjunkan ke berbagai desa di Jawa Tengah hingga luar Pulau Jawa untuk menjalankan misi pengabdian sekaligus pemberdayaan masyarakat desa. Pelepasan mahasiswa KKN berlangsung di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman.

Program KKN tahun ini mengusung tema besar “Unsoed Merakyat, Unsoed Berdampak: Penguatan Resiliensi dan Kemandirian Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menegaskan komitmen Unsoed untuk menghadirkan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Baca juga: BEM FEB UMP Luncurkan Program Mitra Desa 2026, Dorong Penguatan UMKM dan Pendidikan di Sunyalangu

Ketua Pusat Pengembangan KKN (Pusbang KKN) Unsoed, Dr. Ridlwan Kamaluddin S.Kep, Ns, M.Kep, menjelaskan bahwa KKN 2026 dilaksanakan selama 35 hari, mulai 7 Januari hingga 10 Februari 2026. Mahasiswa akan diterjunkan melalui tiga skema, yakni KKN Reguler, KKN Tematik, dan KKN Nusa Persada.

“KKN Reguler dilaksanakan di enam kabupaten, meliputi Purbalingga, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Pemalang, dan Wonosobo, dengan sebaran lokasi di 70 desa,” ungkap Ridlwan.

Baca juga: Mahasiswa PGSD UMP Tembus Program Internasional SEA Teacher

Sementara itu, KKN Tematik difokuskan pada isu kebencanaan yang dilaksanakan di wilayah rawan bencana, seperti Kecamatan Somagede dan Kedungbanteng di Kabupaten Banyumas, serta Desa Danasari dan Desa Sirau di Kabupaten Purbalingga. Adapun KKN Nusa Persada dilaksanakan di Kabupaten Belitung Timur sebagai bentuk pengabdian lintas wilayah. Tahun ini, Unsoed juga menghadirkan sejumlah terobosan baru dalam pelaksanaan KKN. Salah satunya adalah penerapan KKN Anti Kekerasan yang bekerja sama dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Unsoed. Program ini diwujudkan melalui pembekalan khusus serta penataan posko KKN terpisah bagi mahasiswa laki-laki dan perempuan.

Selain itu, mahasiswa KKN turut mengampanyekan keterbukaan informasi publik di tingkat desa. Perwakilan mahasiswa dari setiap lokasi KKN mengikuti workshop penyusunan materi keterbukaan informasi publik dengan menghadirkan narasumber dari Komisi Informasi Pusat.

Baca juga: UIN Saizu–Kedubes Thailand Rancang Pembinaan Mahasiswa hingga Jaringan Karier Global

“Kami mendorong agar program kerja KKN selaras dengan prioritas pembangunan desa dan program pemerintah, sehingga kontribusi mahasiswa benar-benar terarah, terukur, dan berkelanjutan,” kata Ridlwan.

Ketua LPPM Unsoed, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti M.P, menegaskan bahwa KKN merupakan jembatan strategis antara dunia akademik dan kebutuhan riil masyarakat.

Baca juga: Internasionalisasi UIN Saizu Menguat, 16 Mahasiswa Asing Kuliah di Purbalingga

“KKN adalah wujud pengabdian berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan lokal. Mahasiswa dituntut peka terhadap persoalan desa sekaligus mampu merancang solusi yang kontekstual,” ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan pendekatan lintas disiplin ilmu serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat desa.

Baca juga: Unsoed Gandeng Purbasari, Kembangkan Wisata Edukasi Berbasis Riset dan MBKM

Pesan serupa disampaikan Rektor Unsoed melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Kuat Puji Prayitno, S.H., M.Hum. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai agen transformasi sosial di tengah tantangan global.

“Konsep kampus berdampak menegaskan bahwa universitas harus hadir dengan solusi nyata. Pemberdayaan masyarakat dan peningkatan literasi menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Baca juga: Mahasiswa Akuakultur UMP Sabet Juara Nasional Poster Ilmiah Lewat Kolaborasi Internasional

Rektor juga mengingatkan mahasiswa agar menjalankan KKN dengan sikap rendah hati, empati, dan menjunjung tinggi etika akademik, serta menjadikan masyarakat sebagai mitra dalam proses belajar dan bekerja. Pelepasan mahasiswa KKN ditandai dengan pemakaian atribut KKN secara simbolis oleh pimpinan universitas kepada perwakilan dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa. Melalui program KKN 2026 ini, Unsoed menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan desa dan bangsa.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: