Rembang Lampaui Target Penanganan TBC 2025, Capai Lebih dari 92 Persen

Daerah Kesehatan
By Vivin  —  On Jan 04, 2026
Caption Foto : Penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Rembang, sepanjang Tahun 2025 melampaui target yang ditetapkan. (Foto : Dok. Kominfo Rembang).

ORBIT-NEWS.COM, REMBANG - Pemerintah Kabupaten Rembang menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya pengendalian penyakit Tuberkulosis (TBC) sepanjang tahun 2025. Hingga akhir Desember, capaian penemuan dan pengobatan kasus TBC di daerah ini berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, sekaligus menempatkan Rembang sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik di Jawa Tengah.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mencatat,  sebanyak 1.479 penderita TBC telah berhasil ditemukan dan menjalani pengobatan. Jumlah tersebut melampaui target tahunan sebesar 90 persen atau setara 1.445 kasus yang harus ditangani. Dengan demikian, tingkat capaian penanganan TBC di Rembang mencapai 92,15 persen. Capaian tersebut dinilai penting karena berperan besar dalam memutus rantai penularan TBC di masyarakat. Dengan semakin banyak penderita yang terdeteksi dan diobati secara tuntas, risiko penyebaran penyakit menular ini dapat ditekan secara signifikan.

Baca juga: Waspada! Kebiasaan Duduk Terlalu Lama Bisa Picu Penyakit Serius

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Syofi mengatakan, upaya penanganan TBC di Rembang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pemkab menerapkan pengobatan dengan obat antituberkulosis sesuai standar, disertai pemantauan ketat terhadap kepatuhan pasien selama masa pengobatan. Selain itu, langkah pencegahan juga diperkuat melalui vaksinasi BCG, edukasi pola hidup bersih dan sehat, serta perbaikan sanitasi dan sirkulasi udara di lingkungan tempat tinggal masyarakat.

"Ini termasuk prestasi di tingkat Jawa Tengah. Dengan menemukan dan mengobati penderita TBC, maka pemerintah bisa mempercepat upaya memutus mata rantai penyakit tersebut,” jelasnya.

Baca juga: Waspada! Ini 8 Aktivitas yang Harus Dihindari Penderita Penyakit Jantung

Keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, hingga kader desa. Sejumlah inovasi turut mendukung percepatan penanganan, di antaranya program pengantaran sampel dahak oleh kader yang dikenal dengan sebutan Ojek Dahak, serta sistem pengingat minum obat berbasis pesan singkat untuk meningkatkan kepatuhan pasien.

Di sisi lain, puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Rembang juga mengoptimalkan pemanfaatan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Dana tersebut digunakan untuk memperluas skrining aktif di lingkungan perusahaan dan komunitas, melakukan investigasi kontak serumah, melacak pasien yang mangkir dari pengobatan, serta menggelar mini lokakarya lintas sektor secara rutin setiap tiga bulan.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Ancaman Gagal Panen, Gubernur Jateng Dorong Pengajuan Asuransi Pertanian

Melalui berbagai strategi tersebut, Pemkab Rembang berharap capaian positif ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata daerah dalam mendukung target nasional eliminasi TBC secara bertahap dan berkelanjutan di Indonesia.

Baca juga: Kasus Kanker Anak Masih Tinggi, RSUP Sardjito dan Pemkab Cilacap Perkuat Deteksi Dini

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: