ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan, menegaskan bahwa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) harus hadir sebagai agen solusi di desa dan tidak menjadi sumber persoalan baru di tengah masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Prof. Ridwan saat memberikan arahan dalam Workshop Pemberdayaan Masyarakat bagi Mahasiswa KKN Angkatan 57 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Saizu, Selasa (6/1/2026), di Auditorium kampus.
Baca juga:
Mahasiswa PGSD UMP Tembus Program Internasional SEA Teacher
“Mahasiswa KKN harus hadir sebagai agen solusi di desa, bukan justru menjadi sumber persoalan baru,” tegasnya.
Workshop ini menjadi bagian dari pembekalan wajib sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi pengabdian. Sebanyak 268 mahasiswa yang terbagi dalam 26 kelompok akan melaksanakan KKN di dua kecamatan di Kabupaten Purbalingga, yakni Padamara dan Kalimanah.
Baca juga:
UIN Saizu–Kedubes Thailand Rancang Pembinaan Mahasiswa hingga Jaringan Karier Global
Dalam arahannya, Prof. Ridwan menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam membaca dan memahami persoalan riil masyarakat desa. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak membawa ego akademik ke lapangan, melainkan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi sosial dan budaya setempat.
Selain itu, Rektor juga menggarisbawahi pentingnya penghormatan terhadap kearifan lokal. Menurutnya, perbedaan cara berpikir dan pola komunikasi masyarakat desa menuntut mahasiswa untuk menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar terjalin hubungan yang harmonis dengan warga. Ia juga mendorong mahasiswa untuk menyusun program kerja yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat dan memiliki manfaat jangka panjang. Prof. Ridwan menilai, program KKN yang berdampak hanya dapat terwujud melalui kolaborasi, sinergi, dan soliditas tim.
Baca juga:
Internasionalisasi UIN Saizu Menguat, 16 Mahasiswa Asing Kuliah di Purbalingga
“Berbicaralah dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Jangan menggunakan istilah-istilah yang justru menciptakan jarak antara mahasiswa dan warga desa,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris LPPM UIN Saizu, Dr. Toifur, menjelaskan bahwa KKN Angkatan 57 dirancang sebagai program pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat desa. Tema yang diusung meliputi penguatan umat, pelestarian lingkungan, serta penggerakan ekonomi masyarakat.
Baca juga:
Unsoed Gandeng Purbasari, Kembangkan Wisata Edukasi Berbasis Riset dan MBKM
Menurutnya, KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus belajar memahami dinamika sosial di tengah masyarakat.
Workshop ini dilanjutkan dengan sesi teknis yang menghadirkan narasumber dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan kalangan akademisi untuk mematangkan rencana aksi mahasiswa di lapangan.
Baca juga:
Mahasiswa Akuakultur UMP Sabet Juara Nasional Poster Ilmiah Lewat Kolaborasi Internasional
Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama antara UIN Saizu dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam mengawal pelaksanaan KKN Angkatan 57 agar berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.