ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Kerusakan ratusan puskesmas akibat bencana alam di wilayah Sumatra menjadi tantangan serius dalam pemulihan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Setelah memastikan rumah sakit kembali berfungsi, pemerintah kini memusatkan perhatian pada perbaikan dan pemulihan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menjadi tumpuan utama layanan warga.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa skala kerusakan puskesmas jauh lebih besar dibandingkan rumah sakit, baik dari sisi jumlah maupun sebaran wilayahnya. Kondisi tersebut membuat proses pemulihan membutuhkan penanganan yang lebih kompleks dan bertahap.
Baca juga: Waspada! Kebiasaan Duduk Terlalu Lama Bisa Picu Penyakit Serius
“Jumlah puskesmas yang terdampak jauh lebih banyak. Ini yang justru menjadi pekerjaan besar setelah rumah sakit bisa kembali beroperasi," jelasnya.
Data Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 867 puskesmas di tiga provinsi terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 152 puskesmas mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat menjalankan pelayanan dan harus menghentikan operasional sementara. Upaya pemulihan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembersihan lokasi, pengalihan layanan ke fasilitas sementara, hingga pembangunan ulang puskesmas yang mengalami kerusakan total. Hingga awal Januari 2026, mayoritas puskesmas telah kembali melayani masyarakat.
“Sampai awal Januari 2026, tinggal tiga puskesmas lagi yang belum bisa beroperasi,” kata Budi.
Ketiga puskesmas tersebut berada di Aceh, yakni Puskesmas Rusip Antara di Aceh Tengah, Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara, dan Puskesmas Lokop di Aceh Timur. Menurut Menkes, Puskesmas Lokop mengalami kerusakan paling parah setelah tertimpa kayu besar hingga bangunannya hancur.
Baca juga: Pariwisata Indonesia Tancap Gas Sepanjang 2025, Kunjungan Wisman dan Wisata Nusantara Melonjak
“Yang di Lokop ini benar-benar sudah hancur, jadi sekarang sedang kita bangun baru,” ujarnya.
Sambil menunggu proses perbaikan selesai, layanan kesehatan bagi warga tetap dijalankan dengan memanfaatkan gedung alternatif, seperti kantor dinas, balai desa, atau fasilitas pemerintah lainnya. Menkes menegaskan, keberlangsungan layanan puskesmas sangat krusial, tidak hanya untuk kebutuhan kesehatan harian masyarakat, tetapi juga untuk menangani ratusan ribu pengungsi yang tersebar di lebih dari seribu titik pengungsian di wilayah terdampak bencana.
Baca juga: Kapolri Beri Penghargaan dan Jalur Khusus bagi Atlet Peraih Medali SEA Games 2025
Belum ada komentar.
Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.