ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Provinsi Jawa Tengah menutup tahun 2025 dengan capaian menggembirakan di sektor pangan. Target produksi yang ditetapkan pemerintah pusat berhasil dilampaui, sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan utama nasional.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Ancaman Gagal Panen, Gubernur Jateng Dorong Pengajuan Asuransi Pertanian
Data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah mencatat, hingga November 2025 produksi padi mencapai 11.377.731 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka tersebut dihasilkan dari luas tanam sekitar 2.025.782 hektare, dengan luas panen mencapai 1.673.012 hektare. Dengan capaian itu, Jawa Tengah konsisten berada di jajaran tiga besar kontributor produksi padi nasional.
Tak hanya padi, komoditas strategis lainnya juga menunjukkan kinerja positif. Produksi jagung sepanjang 2025 tercatat sebesar 3.837.758 ton dari luas panen 612.373 hektare, menjadikan Jawa Tengah sebagai kontributor terbesar kedua nasional. Sementara untuk kedelai, produksi mencapai 17.427 ton dengan luas panen 8.902 hektare, sekaligus menempatkan Jawa Tengah sebagai penyumbang terbesar kedelai di Indonesia.
Capaian tersebut melampaui target produksi padi yang dipatok sebesar 11 juta ton GKP. Pemerintah Provinsi menilai keberhasilan ini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan tahun 2026, sekaligus menyongsong agenda besar swasembada pangan nasional. Sesuai peta jalan pembangunan daerah, Jawa Tengah ditargetkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri pada 2026, tetapi juga berperan sebagai penumpu utama pasokan pangan nasional.
Untuk menjaga keberlanjutan produksi, Pemprov Jawa Tengah telah mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung pertanian sejak 2025, termasuk jaringan irigasi dan sarana produksi. Selain itu, upaya perlindungan lahan pertanian juga terus diperkuat dengan mendorong kolaborasi lebih intensif antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, agar alih fungsi lahan produktif dapat ditekan.
Baca juga: Boyolali Jadi Incaran Investor China, Proyek Air Minum Rp160 Miliar Segera Digarap
Di sisi hilir, Perum Bulog memastikan kondisi stok pangan di Jawa Tengah tetap aman. Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Jawa Tengah–DIY, Sri Muniati, menyebutkan stok beras di wilayah tersebut mencapai 339.094 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Juni 2026. Sepanjang 2025, realisasi pengadaan setara beras bahkan mencapai 397.905 ton atau 100,3 persen dari target yang ditetapkan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok sangat mencukupi dan harga relatif stabil,” ujar Sri Muniati.
Ia menambahkan, optimalisasi penyerapan hasil panen membutuhkan sinergi lintas sektor. Menurutnya, koordinasi antara Bulog, pemerintah daerah, serta dukungan TNI dan Polri menjadi kunci agar hasil produksi petani di Jawa Tengah dapat terserap maksimal dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi daerah.
Dengan fondasi produksi yang kuat dan stok yang terjaga, Jawa Tengah optimistis melangkah ke 2026 sebagai daerah penyangga pangan nasional yang andal dan berkelanjutan.
Baca juga: Kolaborasi Daerah Tangani Bencana, Sleman Bantu Warga Terdampak Longsor Banjarnegara