ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA – Inovasi budidaya ikan nila dengan sistem bioflok yang dijalankan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Banyumili, Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, mulai menunjukkan hasil nyata. Panen raya yang digelar Kamis (8/1/2026) menjadi penanda keberhasilan pemanfaatan potensi desa untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Panen tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani. Ia menilai, keberhasilan Bumdes Banyumili menjadi contoh konkret bagaimana inovasi teknologi sederhana di sektor perikanan mampu mendorong perputaran ekonomi desa secara berkelanjutan.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Ancaman Gagal Panen, Gubernur Jateng Dorong Pengajuan Asuransi Pertanian
Menurut Wabup Dimas, sistem bioflok menawarkan solusi budidaya yang efisien, ramah lingkungan, dan cocok diterapkan di wilayah dengan keterbatasan lahan. Selain itu, sektor perikanan dapat menjadi alternatif penguatan ekonomi masyarakat desa di luar sektor pertanian yang selama ini dominan.
Ia juga mengapresiasi pengelolaan kolam bioflok di Desa Dagan yang dinilai telah memenuhi standar teknis. Mulai dari tata letak kolam, kebersihan, sanitasi, hingga dukungan kelistrikan, seluruhnya dinilai sudah tertata dengan baik sehingga mendukung produktivitas budidaya.
Keberhasilan ini, lanjut Dimas, diharapkan tidak berhenti di Desa Dagan saja. Pemerintah Kabupaten Purbalingga mendorong Bumdes lain untuk mereplikasi model serupa, tentu dengan menyesuaikan karakteristik dan potensi masing-masing desa. Dengan kolaborasi antardesa, Bumdes diharapkan dapat tumbuh bersama dan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Dari sisi keberlanjutan, Wabup menekankan pentingnya konsistensi pengelolaan agar program bioflok tidak hanya sukses pada panen perdana. Ia berharap produktivitas terus meningkat pada siklus panen berikutnya sehingga manfaat ekonomi bagi masyarakat desa semakin luas.
Baca juga: Boyolali Jadi Incaran Investor China, Proyek Air Minum Rp160 Miliar Segera Digarap
Sementara itu, Direktur Bumdes Banyumili, Yuni Prihatno, menjelaskan bahwa program budidaya nila bioflok merupakan bagian dari program ketahanan pangan desa yang didukung Dana Desa sebesar Rp198 juta. Saat ini, Bumdes Banyumili mengelola 12 kolam bioflok dengan sistem pemeliharaan intensif.
Ia menyebutkan, siklus panen dilakukan setiap tiga bulan sekali, dimulai dari penebaran benih hingga panen. Hasil panen pada periode ini menunjukkan capaian yang menggembirakan, dengan produksi sekitar 162 kilogram ikan nila dari satu kolam. Angka tersebut dinilai cukup signifikan dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat desa.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kecamatan Bobotsari. Camat Bobotsari, Aris Mulyanto, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi desa, khususnya dalam pengembangan sektor perikanan dan penguatan sentra ekonomi lokal.
Baca juga: Kolaborasi Daerah Tangani Bencana, Sleman Bantu Warga Terdampak Longsor Banjarnegara
Ia menambahkan, pihak kecamatan siap mendampingi pemerintah desa dalam memaksimalkan pemanfaatan APBDes agar program-program ekonomi produktif, terutama di bidang ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan, dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Belum ada komentar.
Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.