Bapanas Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali, Pemerintah Optimistis Stabilitas Beras Nasional 2026

Nasional
By Ariyani  —  On Jan 08, 2026
Caption Foto : Petani di Banyumas sedang memanen tanaman padinya. (Foto ; Hermiana).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah optimistis stabilitas beras nasional sepanjang 2026 dapat terjaga, baik dari sisi ketersediaan pasokan maupun harga di pasaran. Keyakinan ini ditopang stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Perum Bulog yang mencapai 3,248 juta ton hingga akhir 2025, serta keberlanjutan program intervensi perberasan yang dikoordinasikan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga keseimbangan pasar. “Kita harus optimistis tidak ada masalah untuk beras di tahun 2026 ini. SPHP beras tetap berjalan dan untuk 2026 telah disepakati alokasi sebesar 1,5 juta ton,” ujar Ketut.

Baca juga: Isra Mikraj Kenegaraan di Istiqlal: Menag Gaungkan Ekoteologi, Ajak Umat Jadikan Iman sebagai Fondasi Pelestarian Alam

Selain itu, Bapanas juga mengupayakan perpanjangan program SPHP beras 2025 hingga akhir Januari 2026. Realisasi SPHP sepanjang 2025 tercatat 802,9 ribu ton dan dinilai efektif meredam gejolak harga beras di berbagai wilayah. Tak hanya fokus pada distribusi, pemerintah bersama Bapanas menaruh perhatian besar pada sisi produksi. Harga gabah di tingkat petani yang berada di kisaran Rp6.500 per kilogram dinilai cukup menguntungkan sehingga mendorong petani tetap berproduksi. Kondisi ini menjadi fondasi penting dalam upaya menjaga keberlanjutan pasokan dan mencapai swasembada beras.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh kebijakan pangan yang dijalankan berpihak pada petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional. Ia menyatakan, stabilitas pangan nasional tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan petani.

Baca juga: Kementan Gerak Cepat Pulihkan Sektor Pertanian Terdampak Banjir

“Ingat, kalau pangan bermasalah, negara bermasalah. Petani pangan kita harus sejahtera, karena Indonesia bisa swasembada beras berkat petani-petani kita,” tegas Amran.

Baca juga: Menaker Dorong Sertifikasi Profesi Lebih Inklusif, Murah, dan Menjangkau Penyandang Disabilitas

Dengan stok yang memadai, intervensi pasar yang berkelanjutan, serta sinergi kebijakan hulu dan hilir di bawah koordinasi Bapanas, pemerintah optimistis kebutuhan konsumsi beras nasional sepanjang 2026 dapat dipenuhi tanpa gejolak berarti, sekaligus memperkuat langkah menuju swasembada beras yang berkelanjutan.


Baca juga: Dirjen Haji Tegaskan PPIH Harus Hadir Nyata, Layanan Jemaah Jadi Ukuran Keberhasilan

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Orbit-News.com membuka ruang bagi suara publik melalui rubrik Orbit Vox. Di sini, setiap pembaca dapat menyampaikan aspirasi, kritik, gagasan, maupun laporan terkait berbagai persoalan sosial yang terjadi di sekitar mereka. Kami percaya, partisipasi masyarakat adalah kunci untuk menghadirkan informasi yang lebih jernih, berimbang, dan bermanfaat bagi semua.

Belum ada data Orbit Vox.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: