Banner Utama

Waisak 2026 di Borobudur Sukses Dongkrak Pariwisata dan UMKM, 2.570 Lampion Terangi Langit Magelang

Nasional
By Vivin  —  On Jun 01, 2026
Caption Foto : Perayaan Waisak di kawasan Candi Borobudur dihiasi ribuan lampion yang diterbangkan serentak pada Minggu (31/5/2026) malam. (Foto : Dok.Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, MAGELANG – Langit malam di kawasan Candi Borobudur berubah menjadi lautan cahaya saat ribuan lampion perdamaian diterbangkan serentak pada Minggu (31/5/2026) malam. Sebanyak 2.570 lampion menghiasi angkasa Magelang, Jawa Tengah, menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE).

Momen sakral yang berlangsung di kawasan Marga Utama Taman Wisata Candi Borobudur itu menyedot perhatian ribuan umat Buddha dan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Mereka berkumpul untuk menyaksikan salah satu tradisi paling ikonik dalam perayaan Waisak yang sarat makna perdamaian, persaudaraan, dan harapan.

Sejak sore hari, kawasan Borobudur dipadati pengunjung yang ingin merasakan langsung suasana spiritual sekaligus keindahan pelepasan lampion. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya permintaan tiket yang telah diburu jauh sebelum acara berlangsung.

Tak hanya menghadirkan pengalaman religius dan budaya yang berkesan, perayaan Waisak tahun ini juga memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi masyarakat sekitar Borobudur. Tingkat hunian penginapan dan homestay meningkat signifikan, sementara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menikmati lonjakan transaksi selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Baca juga: Iduladha 1447 H Cetak Rekor, Lebih dari 2 Juta Hewan Kurban Tersebar di Indonesia dengan Nilai Ekonomi Rp18,28 Triliun

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang turut hadir dalam acara pelepasan lampion, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Waisak yang secara konsisten mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.

Menurutnya, perayaan Waisak telah menjadi agenda tahunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha pariwisata dan UMKM di kawasan Borobudur.

“Seluruh penginapan dan homestay di sekitar Borobudur terisi penuh. Dampaknya juga sangat dirasakan oleh UMKM yang melayani kebutuhan para pengunjung selama perayaan berlangsung,” ujar Sumarno.

Ia berharap perayaan Waisak dapat terus menjadi magnet wisata religi yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun internasional untuk berkunjung ke Borobudur.

Sementara itu, Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Hartati Murdaya, mengungkapkan rasa syukurnya karena peringatan Waisak setiap tahun terus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Menurutnya, perkembangan jumlah homestay milik warga menjadi bukti nyata meningkatnya kunjungan umat Buddha dan wisatawan ke kawasan Borobudur.

Baca juga: BGN Bantah Isu Penghentian Dana MBG, Nanik Deyang Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan

Bahkan, kapasitas homestay yang ada kerap tidak lagi mampu menampung seluruh tamu yang datang saat perayaan Waisak berlangsung. Kondisi tersebut turut mendorong tumbuhnya investasi di sektor perhotelan dengan hadirnya sejumlah hotel baru di kawasan sekitar.

Perayaan Waisak 2570 BE tahun ini juga diisi berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang melibatkan ribuan peserta. Rangkaian acara dimulai dari bakti sosial pengobatan gratis yang melayani lebih dari 7.000 pasien, pengambilan air suci dari Umbul Jumprit di Kabupaten Temanggung, pengambilan Api Dharma dari Mrapen, Kabupaten Grobogan, hingga Dharma Santi Waisak yang ditutup dengan pelepasan ribuan lampion.

Simbol Perdamaian dan Toleransi

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa perayaan Waisak di Borobudur menjadi simbol kuat kehidupan bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai perdamaian dan toleransi.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia harus terus dijaga sebagai kekuatan untuk memperkuat persatuan nasional dan mendukung pembangunan bangsa.

Baca juga: Jelang Pengadaan 2026, Gus Ipul Tegaskan Tidak Ada Tempat Aman bagi Pelaku Korupsi di Kemensos

“Karena itu, saya mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk terus menjadi pelopor perdamaian, memperkuat semangat toleransi, serta berkontribusi aktif dalam menjaga persaudaraan lintas agama,” kata Gibran.

Pelepasan 2.570 lampion di langit Borobudur pun menjadi penutup yang memukau bagi perayaan Waisak 2026. Cahaya yang membumbung tinggi ke angkasa tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga membawa pesan tentang harapan, kedamaian, dan persatuan yang terus hidup di tengah keberagaman Indonesia. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: