ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah mempercepat realisasi program Sekolah Rakyat dengan menyiapkan fasilitas pendidikan di kawasan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta. Lokasi ini akan difungsikan sebagai salah satu sekolah rintisan yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kesiapan gedung dan sarana pendukung. Fokus utama kunjungan tersebut adalah mengevaluasi kondisi bangunan serta menentukan langkah perbaikan agar proses belajar mengajar dapat segera dimulai.
Hasil kajian teknis menunjukkan bahwa sejumlah bangunan di kawasan STIP siap digunakan dengan perbaikan minimal. Fasilitas yang akan dimanfaatkan meliputi beberapa gedung asrama dan wisma, serta sarana olahraga yang mendukung aktivitas siswa.
Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Bisma Staniarto menegaskan bahwa kondisi bangunan masih sangat layak digunakan.
Baca juga:
Pelajar Perlu Melek Finansial Sejak Dini, Ini Cara Mengelola Uang Saku agar Tidak Boros
“Secara struktur, bangunan di STIP ini masih sangat baik, tidak ada kerusakan pada fondasi, kolom, balok, maupun atap. Perbaikan yang dilakukan hanya bersifat ringan seperti plesteran, pintu, jendela, serta penggantian lampu yang tidak berfungsi,” jelas Bisma.
Ia juga optimistis proses perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
“Kami optimistis seluruh perbaikan bisa dituntaskan akhir April, sehingga awal Mei gedung sudah siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” tambahnya.
Dengan kondisi tersebut, proses renovasi ditargetkan rampung pada akhir April 2026. Pemerintah optimistis kegiatan belajar mengajar sudah dapat dimulai pada awal Mei.
Tampung 100 Siswa
Baca juga:
UMP Gandeng BI Purwokerto, Perkuat Literasi Kebanksentralan dan Cetak SDM Unggul
Pada tahap awal, Sekolah Rakyat di STIP akan menampung sekitar 100 siswa. Kegiatan pembelajaran akan didukung oleh dua tenaga pembimbing serta 18 tenaga pengajar.
Selain STIP, pemerintah juga menyiapkan lokasi tambahan, termasuk fasilitas milik Lembaga Administrasi Negara, guna memperluas jangkauan program ini.
Gus Ipul menyampaikan, program Sekolah Rakyat terus menunjukkan hasil positif sejak dijalankan. Evaluasi di berbagai daerah menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri siswa, serta kemampuan guru dalam menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.
“Perkembangannya cukup menggembirakan. Anak-anak mulai berkembang dan guru semakin adaptif dalam proses belajar,” kata Gus Ipul, Minggu (19/4/2026).
Kemensos menargetkan peningkatan kapasitas program pada tahun ini. Jika sebelumnya menjangkau sekitar 16 ribu siswa, jumlah tersebut ditingkatkan menjadi lebih dari 30 ribu siswa di seluruh Indonesia.
Baca juga:
Kemdiktisaintek Perkuat Penanganan Kekerasan Seksual di Kampus, Libatkan Lintas Sektor
Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, telah ditetapkan 10 titik sekolah rintisan, termasuk di STIP. Total kapasitas diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1.000 siswa, dengan tahap awal sekitar 700 siswa dan tambahan 300 siswa pada pertengahan tahun.
Seleksi siswa dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), tanpa pendaftaran terbuka. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan program tepat sasaran.
“Tidak boleh ada titipan. Semua harus benar-benar untuk masyarakat yang membutuhkan,” tegas Gus Ipul.