ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Kiprah Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Prof. Dr. Jebul Suroso, di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah kembali mendapat apresiasi. Dalam rangkaian Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026), Prof. Jebul dianugerahi gelar Pendekar Kehormatan Tingkat Melati II.
Penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi terhadap sosok Rektor UMP. Gelar kehormatan itu juga menjadi pengakuan atas komitmen Prof. Jebul Suroso dalam mendukung penguatan pendidikan, pembentukan karakter, kaderisasi, serta gerakan Muhammadiyah.
Bagi Prof. Jebul, amanah tersebut memiliki makna yang lebih luas. Gelar Pendekar Kehormatan justru menjadi pengingat untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah dalam menjalankan tugas kepemimpinan dan pengabdian.
“Alhamdulillah, penghargaan ini tentu menjadi sebuah kehormatan sekaligus amanah. Semangat Tapak Suci mengajarkan kepada kita tentang kedisiplinan, keberanian, ketangguhan, persaudaraan, serta bagaimana kekuatan harus senantiasa dibingkai dengan akhlak dan nilai-nilai Islam,” ujar Prof. Jebul.
Tapak Suci Putera Muhammadiyah dikenal sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang mengembangkan seni bela diri pencak silat. Namun, aktivitasnya tidak berhenti pada kemampuan fisik dan olahraga.
Baca juga: Bukan Sekedar Kenyang, Ini Makanan yang Bisa Mendukung Kecerdasan Anak
Di dalam proses pembinaan Tapak Suci terdapat nilai kedisiplinan, keberanian, sportivitas, persaudaraan, keislaman hingga semangat pengabdian. Karena itu, Tapak Suci juga memiliki peran strategis dalam membentuk kader muda yang memiliki ketangguhan mental sekaligus karakter.
Nilai tersebut dinilai relevan dengan tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat.
Prof. Jebul mengatakan kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk mempersiapkan generasi masa depan. Pendidikan harus mampu melahirkan individu yang memiliki kemampuan intelektual sekaligus karakter kuat.
“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik. Kita membutuhkan generasi yang memiliki karakter, mental tangguh, mampu bekerja sama, berani menghadapi perubahan, tetapi tetap memiliki pijakan moral dan spiritual yang kuat,” katanya.
Sejalan dengan Pendidikan Karakter di UMP
Baca juga: UIN Saizu Buka KIP Kuliah 2026, 315 Mahasiswa Berpeluang Dapat Bantuan Pendidikan
Semangat pembentukan karakter tersebut juga menjadi bagian dari arah pendidikan yang dikembangkan UMP. Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah, UMP tidak hanya menempatkan prestasi akademik sebagai ukuran keberhasilan pendidikan. Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan terus diintegrasikan dalam proses pembelajaran dan berbagai aktivitas mahasiswa. Organisasi otonom Muhammadiyah serta kegiatan kemahasiswaan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, membangun kepedulian sosial, sekaligus memperkuat karakter.
Dalam konteks tersebut, Prof. Jebul memandang Tapak Suci memiliki posisi penting karena mampu mempertemukan olahraga, budaya, pendidikan karakter, dan nilai dakwah.
“Tapak Suci bukan hanya berbicara tentang kemampuan bela diri. Di dalamnya terdapat proses pendidikan, pembentukan mental, penghormatan kepada sesama, kedisiplinan, dan nilai pengabdian. Nilai-nilai seperti inilah yang penting terus diwariskan kepada generasi muda,” ungkapnya.
Penganugerahan Pendekar Kehormatan Tingkat Melati II kepada Rektor UMP juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan gerakan Muhammadiyah. Prof. Jebul berharap Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah dapat menghasilkan energi baru bagi organisasi, terutama dalam memperluas kaderisasi dan meningkatkan kontribusi Tapak Suci bagi masyarakat.
Ia juga berharap pencak silat sebagai salah satu warisan budaya Indonesia semakin berkembang dan mampu menembus panggung internasional.
Baca juga: Polres Kebumen Bekali Pelajar SMAN 1 Kebumen Agar Tak Mudah Terjebak Hoaks AI
“Semoga Tapak Suci terus melahirkan kader-kader yang kuat secara fisik, matang secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan memiliki keberpihakan kepada kemajuan umat dan bangsa. Inilah semangat yang juga ingin terus kami tumbuhkan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto,” jelasnya.
Bagi Prof. Jebul Suroso, gelar Pendekar Kehormatan Tingkat Melati II bukanlah sekadar predikat. Penghargaan tersebut menjadi amanah untuk terus menerjemahkan nilai kedisiplinan, ketangguhan, persaudaraan, dan akhlak dalam kepemimpinan serta pengabdian kepada umat dan bangsa. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.