Caption Foto : Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo memberikan alat bantu jalan kepada warga Tegal. (Foto : Dok. Polda Jateng).
ORBIT-NEWS.COM, TEGAL – Sebanyak 975 warga memanfaatkan layanan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan Polda Jawa Tengah dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga pelayanan sosial dan kesehatan.
Puncak Bakti Kesehatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo. Kapolda Jateng menegaskan, pelaksanaan bakti kesehatan merupakan implementasi nyata tema Hari Bhayangkara ke-80, yakni Polri Untuk Masyarakat, dengan menghadirkan pelayanan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
“Melalui bakti kesehatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan warga. Semoga layanan yang kami berikan dapat membantu masyarakat serta semakin mempererat kedekatan Polri dengan seluruh lapisan masyarakat,” kata Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.
Tak hanya memberikan layanan medis, Polda Jateng juga menyalurkan 1.128 paket sembako kepada masyarakat serta menyerahkan bantuan alat bantu kesehatan berupa kursi roda dan alat bantu berjalan bagi warga yang membutuhkan.
Caption : Caption Foto : Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Octavianus membuka rangkaian acara HUT Bhayangkara ke-80 di Tegal. (Foto : Dok. Polda Jateng).
Gerakan Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru
Dalam acara tersebut, hadir pula Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Dr. Latif Usman, jajaran pejabat utama Polda Jateng, unsur Forkopimda Kota Tegal, serta sejumlah organisasi profesi kesehatan. Sebelum kegiatan dimulai, Kapolda Jateng bersama Wakil Menteri Kesehatan meninjau berbagai stan pelayanan kesehatan dan menyempatkan berdialog dengan warga yang tengah menjalani pemeriksaan maupun tenaga medis yang bertugas.
Beragam layanan kesehatan disediakan secara cuma-cuma, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, skrining dan edukasi tuberkulosis, layanan laboratorium sederhana, konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan gigi, fisioterapi, pelayanan ibu hamil, penanganan stunting, donor darah hingga khitan massal.
Data Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jateng mencatat, selain 975 warga yang mengikuti pengobatan umum dan cek kesehatan gratis, sebanyak 139 orang mendapatkan layanan spesialis penyakit dalam, 96 pasien menjalani pemeriksaan saraf, 865 warga menerima obat-obatan gratis, serta 54 balita memperoleh layanan penanganan stunting.
Pada kesempatan yang sama, Polda Jateng turut mendeklarasikan gerakan Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru dan meluncurkan inovasi TOSS Presisi Berantas TB Paru Kota Tegal sebagai dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan eliminasi tuberkulosis di Indonesia.
Wamenkes Benjamin mengapresiasi langkah Polri yang dinilai berkontribusi besar dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami atas nama Kementerian Kesehatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri, khususnya Polda Jawa Tengah, atas penyelenggaraan bakti kesehatan ini. Kehadiran Polri melalui pelayanan kesehatan seperti ini sangat membantu masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, termasuk mempercepat eliminasi tuberkulosis dan menekan angka stunting.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan, kegiatan bakti kesehatan merupakan bagian dari pengabdian Polri yang terus diperkuat melalui berbagai program kemanusiaan.
“Semangat Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema Polri Untuk Masyarakat kami wujudkan melalui pelayanan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Harapan kami, sinergi yang telah terbangun bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat ini dapat terus diperkuat demi mewujudkan masyarakat yang sehat, aman, dan sejahtera,” kata Artanto. (*)