Polres Kebumen Luncurkan Program Peduli Kaki Pengkor, Bhabinkamtibmas Dimina Turun ke Desa

Banyumas Raya Kesehatan
By Vivin  —  On Aug 20, 2026
Caption Foto : Polres Kebumen meluncurkan program Peduli CTEV, Kamis (20/8/2026). (Foto : Dok. Polres Kebumen).

ORBIT-NEWS.COM, KEBUMEN – Polres Kebumen mengambil langkah baru dalam membantu anak-anak dengan kelainan bawaan kaki pengkor atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV). Melalui Program Polda Jawa Tengah Peduli CTEV, jajaran kepolisian kini ikut memperkuat deteksi dini hingga membantu keluarga mendapatkan akses pengobatan.

Program tersebut diluncurkan di Gedung Tribrata Polres Kebumen, Kamis, (20/8/2026). Dalam program ini, Bhabinkamtibmas akan menjadi ujung tombak di tengah masyarakat untuk menemukan anak yang membutuhkan pertolongan serta menghubungkan keluarganya dengan layanan kesehatan.

Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, penanganan CTEV membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah keterlambatan keluarga dalam mengenali kondisi kaki anak dan mengetahui tempat mendapatkan penanganan.

"Rekan-rekan Bhabinkamtibmas dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat secara humanis, mendorong keluarga agar tidak mengabaikan kondisi kaki bermasalah pada anak, serta membantu menghubungkan masyarakat dengan pihak kesehatan atau layanan terkait," kata AKBP Putu.

Menurutnya, peran Bhabinkamtibmas tidak hanya sebatas menyampaikan informasi. Personel kepolisian yang bertugas di desa-desa diharapkan mampu menjadi jembatan antara keluarga, kader kesehatan, puskesmas, rumah sakit, pemerintah daerah, hingga tenaga medis. 

Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi

CTEV Harus Ditangani Sejak Dini

CTEV atau yang lebih dikenal sebagai kaki pengkor merupakan kelainan bawaan yang membuat kaki bayi atau anak mengarah ke bawah dan ke dalam. Kondisi tersebut perlu dikenali sejak dini agar anak dapat memperoleh penanganan yang tepat. Penanganan sejak awal sangat menentukan masa depan anak. Dengan terapi yang sesuai, peluang anak untuk memiliki kemampuan bergerak dan berjalan dengan baik menjadi jauh lebih besar.

Sebaliknya, keterlambatan penanganan dapat menimbulkan berbagai persoalan ketika anak tumbuh besar, mulai dari kesulitan berjalan, rasa nyeri, hingga risiko disabilitas jangka panjang.

Namun, tidak sedikit kasus CTEV yang terlambat diketahui. Sebagian orang tua menganggap bentuk kaki bayi yang tidak normal hanya disebabkan oleh posisi bayi selama berada di dalam kandungan dan akan membaik dengan sendirinya. Ada pula keluarga yang baru membawa anak untuk diperiksa ketika si kecil mulai belajar berdiri atau berjalan.

"Penanganan kaki bermasalah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara Polri, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta keluarga," ujar AKBP Putu.

Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah anak yang berhasil ditemukan. Anak yang terdeteksi mengalami CTEV harus mendapatkan pemeriksaan lanjutan, rujukan, terapi, serta pemantauan secara berkelanjutan. 

Keberadaan Bhabinkamtibmas dinilai strategis karena mereka berada dekat dengan kehidupan masyarakat hingga tingkat desa. Melalui jaringan tersebut, keluarga yang menemukan adanya kondisi tidak normal pada kaki anak dapat lebih cepat mendapatkan informasi dan diarahkan ke fasilitas kesehatan yang sesuai.

Pola ini diharapkan mampu mengatasi berbagai hambatan yang selama ini membuat anak dengan CTEV terlambat memperoleh pengobatan, seperti minimnya pengetahuan keluarga, keterbatasan akses layanan kesehatan, jarak perjalanan, hingga persoalan biaya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kebumen, Indrayani Achmal, mengapresiasi langkah Polres Kebumen yang membangun kerja sama lintas sektor dalam mendukung penanganan CTEV.

"Kami sangat terbantu dari jajaran Polres Kebumen. Semoga program ini berlanjut dan bermanfaat bagi kita semua," kata Indrayani. (*)

Baca juga: Jangan Hanya Jalan Kaki, Latihan Otot Penting Saat Memasuki Usia Tua

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: