ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS — Momentum perayaan Imlek 2577 dimanfaatkan sebagai ruang penguatan nilai kebangsaan di Kabupaten Banyumas. Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar bertema penguatan Bhinneka Tunggal Ika, Anggota MPR RI, H. Wastam, mengingatkan masyarakat untuk memperkuat toleransi sekaligus mewaspadai ancaman judi daring yang kian marak.
Dalam paparannya, Wastam menegaskan bahwa perayaan budaya seperti Imlek memiliki makna strategis dalam merawat persatuan di tengah kemajemukan Indonesia. Ia menilai simbol-simbol budaya dalam perayaan Imlek mencerminkan harmoni keberagaman yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, masyarakat diminta tidak sekadar merayakan tradisi, tetapi juga mengambil pelajaran kebangsaan di dalamnya.
“Keberagaman harus kita rawat dengan pengamalan Pancasila. Tanpa fondasi itu, persatuan bangsa bisa mudah tergerus,” jelasnya dalam sosialisasi di Baturraden, Selasa (10/2/2026).
Untuk memperkuat pesan tersebut, Wastam juga mengajak peserta menjadikan momentum perayaan lintas budaya sebagai sarana memperluas dialog antarwarga. Menurutnya, ruang perjumpaan yang inklusif akan memperkecil potensi gesekan sosial sekaligus menumbuhkan rasa saling percaya di tengah masyarakat majemuk.
Judi Online Jadi Sorotan
Dalam sesi dialog, peserta mengangkat sejumlah persoalan aktual. Salah satu isu yang paling banyak disoroti adalah meningkatnya praktik judi online di kalangan generasi muda. Menanggapi hal tersebut, Wastam mengingatkan bahwa aktivitas judi daring bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Ia mendorong pemuda untuk lebih fokus mengembangkan ekonomi kreatif dan usaha produktif yang memberi manfaat jangka panjang.
"Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk kegiatan yang membangun, bukan justru menjerumuskan pada praktik spekulatif yang merugikan diri sendiri maupun keluarga," pesannya.
Isu lain yang mengemuka adalah polarisasi informasi di lingkungan keluarga akibat derasnya arus media sosial. Aspirasi dari kalangan ibu rumah tangga menyoroti pentingnya edukasi literasi digital. Wastam menilai peran ibu sangat vital sebagai penyaring informasi di rumah. Ia mendorong penguatan program literasi digital keluarga agar masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Baca juga: Ambal Costume Carnival 2026 Meriahkan Ramadan, Ambalresmi Perkuat Identitas Desa Wisata
“Ibu adalah penjaga gerbang informasi keluarga. Literasi digital harus diperkuat agar keluarga tidak mudah terpapar informasi menyesatkan,” ujarnya.
Perwakilan organisasi kemasyarakatan dalam forum tersebut juga menyatakan komitmen memperluas kegiatan sosial berbasis gotong royong guna memperkuat keamanan lingkungan sekaligus menghapus stigma negatif terhadap ormas.
Deklarasi Banyumas Berdaulat Digital
Kegiatan ditutup dengan deklarasi bersama bertajuk “Banyumas Berdaulat Digital” sebagai bentuk komitmen memperkuat ketahanan masyarakat di ruang digital. Dalam pesan penutupnya, Wastam mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan perbedaan sebagai kekuatan nasional.
Baca juga: Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Tajum Banyumas Saat Memancing
“Perayaan Imlek harus menjadi pengingat bahwa keberagaman adalah kekayaan bangsa. Empat Pilar adalah kompas kita menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap politisi Partai Demokrat ini.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, pada kesempatan tersebut Wastam juga menyerahkan bantuan sembako kepada peserta. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang menumbuhkan masyarakat Banyumas yang toleran, cakap digital, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.