Banner Utama

Pemerintah Petakan 69 Titik Rawan di Jalur Mudik Jateng, Posko dan Alat Berat Disiagakan

Nasional
By Vivin  —  On Mar 01, 2026
Caption Foto : Perbaikan jalan di jalur mudik wilayah Jawa Tengah terus dikebut. (Foto ; Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Pemerintah pusat dan daerah mulai mematangkan persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memetakan puluhan lokasi rawan kemacetan dan bencana di jalur nasional Jawa Tengah, guna menekan potensi gangguan perjalanan pemudik. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta mencatat terdapat 46 titik rawan macet serta 23 titik rawan bencana yang perlu diwaspadai. Pemetaan ini difokuskan pada jalur-jalur strategis yang diperkirakan mengalami lonjakan volume kendaraan.

Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher, menjelaskan bahwa titik kemacetan tersebar di jalur Pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan. Area yang paling berpotensi tersendat antara lain kawasan pasar tradisional, perlintasan kereta sebidang, simpang padat, serta akses keluar-masuk jalan tol.

“Seluruh titik sudah kami petakan. Personel dan peralatan kami siapkan agar potensi hambatan arus mudik bisa diminimalkan,” kata Iqbal saat di Semarang. 

Menurutnya, jalur Pantura tetap menjadi koridor paling krusial karena menampung arus kendaraan jarak jauh dari barat ke timur, termasuk kendaraan logistik dan bus antarkota.

Baca juga: Komdigi Hadirkan Layanan DARA, Solusi Konsultasi untuk Atasi Adiksi Gim pada Anak

Ancaman Banjir dan Longsor

Selain kepadatan lalu lintas, BBPJN juga mengidentifikasi 23 titik rawan bencana yang terdiri atas 14 lokasi berpotensi banjir dan 9 titik rawan longsor.

Beberapa ruas yang masuk kategori rawan banjir antara lain Kaligawe Semarang, Sayung perbatasan Semarang–Demak, Jalan Walisongo, serta wilayah Kendal di jalur Pantura. Genangan juga berpotensi terjadi di ruas Pemuda Brebes, Prupuk–batas Tegal/Banyumas, Sidareja–Simpang 3 Jeruklegi, Sampang–Buntu, Klampok–Banjarnegara, Lingkar Selatan Klaten, hingga Palur–Sragen.

Wilayah-wilayah tersebut umumnya berada di dataran rendah atau memiliki riwayat genangan akibat hujan lebat maupun rob.

Sementara itu, potensi longsor banyak ditemukan di jalur selatan dan kawasan perbukitan. Ruas yang perlu diwaspadai antara lain Batas Jabar–Karangpucung–Wangon, Ajibarang–Wangon, Wangon–batas Banyumas/Cilacap, Patikraja–Rawalo, serta Batas Kota Banjarnegara–Wonosobo.

Baca juga: Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Maret 2026, Pertalite dan Biosolar Tetap

Iqbal menyebut kondisi tanah labil dan kontur perbukitan menjadi faktor utama kerawanan longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, BBPJN menyiagakan 18 posko Lebaran di berbagai koridor nasional Jawa Tengah. Posko ditempatkan mulai dari Pantura barat hingga jalur selatan.

Di Pantura barat, posko berada antara lain di ruas batas Tegal/Brebes–Prupuk dan batas Tegal–Pemalang. Pantura tengah–timur mencakup Alas Roban, Jalan Walisongo, batas Semarang–Demak (KM 13+700), batas Kudus/Pati–Simpang 3 Lingkar Pati (KM 66+300), serta Pemuda Rembang (KM SMG 113+100).

Adapun jalur tengah dan selatan meliputi ruas Bawen–Salatiga, Kartosuro–Klaten, Purwokerto–Patikraja, Klampok–Banjarnegara, hingga Wawar–Congot.

“Posko ini kita siagakan untuk mempercepat penanganan di lapangan, terutama di titik-titik rawan kepadatan dan gangguan,” ujar Iqbal.

Baca juga: Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H pada 19 Maret 2026, Penentuan Idulfitri Segera Diputuskan

Selain posko, empat Unit Pelaksanaan Peralatan Disaster Relief Unit (DRU) juga disiapkan di Pekalongan, Karangjati, Buntu, dan Yogyakarta. Unit ini dilengkapi berbagai alat berat seperti excavator, wheel loader, motor grader, dump truck, hingga asphalt finisher.

BBPJN turut menyiapkan material tanggap darurat, termasuk rangka jembatan darurat bentang 30 meter, kawat bronjong, sand bag, sheet pile, dan material tambalan cepat.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, sekitar 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Secara nasional, provinsi ini menjadi tujuan favorit dengan estimasi pergerakan mencapai 38,71 juta orang.


Baca juga: Pemerintah Pastikan Jemaah Umrah Indonesia Aman di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: