ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengambil langkah konkret untuk mendukung program pemerintah “Makan Bergizi Gratis” (MBG) dengan membentuk Tim Kelompok Kerja (Pokja) khusus. Tim ini bertugas memastikan implementasi program di lingkungan pesantren berjalan sesuai standar gizi, administrasi, dan regulasi yang ditetapkan pemerintah.
Hingga saat ini, lebih dari 500 pesantren telah mengajukan usulan pendirian dapur MBG. Semua usulan tersebut sedang diverifikasi secara cermat oleh tim untuk memastikan kelayakan teknis dan administratif.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI, KH. Arif Fahrudin, mengatakan Pokja ini berperan sebagai penghubung antara pesantren dan pemerintah, sekaligus menjaga kualitas pelaksanaan program.
“Usulan dari pesantren akan diverifikasi sesuai standar pemerintah, kemudian direkomendasikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai mitra resmi pelaksanaan program,” jelasnya.
Menurut Kiai Arif, kolaborasi antara MUI dan BGN merupakan wujud sinergi strategis antara ulama dan pemerintah. Selain memastikan aspek gizi terpenuhi, MUI juga memberikan perspektif keumatan agar program berjalan selaras dengan nilai-nilai pesantren.
Baca juga: Kemenag Dorong Inovasi Pengumpulan Zakat, Sasar Pasar Modal dan Korporasi
Antusiasme Pesantren
Antusiasme pesantren terhadap program MBG cukup tinggi. Lebih dari 500 usulan yang masuk menunjukkan banyak pesantren menyadari pentingnya pemenuhan gizi sebagai hak dasar masyarakat, khususnya bagi generasi muda di lingkungan pendidikan Islam. Kiai Arif menekankan.
“Ini menunjukkan gayung bersambut. Program ini dipandang strategis karena menyangkut kesehatan dan masa depan santri,” kata Kiai Arif.
Dengan terbentuknya Pokja MBG, MUI berharap koordinasi antara pesantren dan pemerintah menjadi lebih terstruktur, transparan, dan tepat sasaran. Program ini tidak hanya sekadar menyediakan makanan bergizi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak nyata terhadap kualitas gizi masyarakat, memperkuat pendidikan pesantren, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
Baca juga: Kemenag Siapkan Layanan Mudik Idulfitri dan Nyepi Lewat Program Masjid Ramah Pemudik
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.