Banner Utama

Mentan Amran Tekankan Akselerasi Sawah Baru, Daerah Tak Progresif Terancam Kehilangan Anggaran

Nasional
By Ariyani  —  On Feb 25, 2026
Caption Foto ; Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. (Foto : Dok. Kementan).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menekan percepatan program perluasan lahan pertanian di seluruh daerah sebagai langkah menjaga momentum swasembada pangan nasional. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, seluruh Kepala Dinas Pertanian provinsi maupun kabupaten/kota wajib mempercepat cetak sawah, optimalisasi lahan, serta berbagai program strategis pertanian.

Instruksi itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diikuti jajaran Eselon I dan II Kementerian Pertanian bersama dinas pertanian se-Indonesia di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Dalam arahannya, Amran mengapresiasi kolaborasi pusat dan daerah yang dinilai berhasil mendorong capaian swasembada pangan. Namun ia mengingatkan, keberhasilan tersebut harus dijaga melalui kerja yang lebih cepat dan terukur.

“Bapak-Ibu adalah pahlawan pangan yang membuat Indonesia terangkat di tingkat nasional dan global. Ke depan kita akselerasi. Yang tidak serius, kabupaten yang tidak serius, tolong nolkan anggarannya,” tegas Amran.

Ia menilai program cetak sawah menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan swasembada. Pada tahun sebelumnya, realisasi cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare, sementara tahun ini pemerintah menargetkan peningkatan menjadi 250 ribu hektare. Menurutnya, jika perluasan sawah dikombinasikan dengan optimalisasi lahan yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir, maka ketahanan pangan nasional dapat terjaga dalam jangka menengah hingga panjang.

Tren Positif

Baca juga: Wapres RI ke-6, Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun

Selain itu, Mentan memaparkan tren positif produksi dan penyerapan beras nasional. Berdasarkan pemantauan harian, pengadaan beras pada Januari 2026 melonjak sekitar 78 persen dibanding periode sebelumnya.

“Kalau tren ini bertahan tiga bulan saja ke depan, hampir pasti stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka,” ungkapnya.

Meski optimistis, Amran mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah. Pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh pasca Lebaran Idulfitri 2026, termasuk kemungkinan pergeseran anggaran secara besar-besaran pada April mendatang.

“Kita evaluasi nanti setelah Lebaran. Yang tidak serius langsung kita pindahkan anggaran dan programnya. Yang rajin, kita tambahkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa anggaran pertanian yang mencapai puluhan triliun rupiah merupakan amanah publik yang harus diwujudkan dalam bentuk peningkatan produksi nyata. Karena itu, daerah dengan kinerja rendah berpotensi kehilangan alokasi bantuan jika tidak segera menunjukkan perbaikan.

Baca juga: Komdigi Hadirkan Layanan DARA, Solusi Konsultasi untuk Atasi Adiksi Gim pada Anak

“Daerah yang capaiannya rendah, alihkan ke yang rajin. Kabupaten dan provinsi yang tidak serius, anggarannya tarik dan pindahkan,” kata Amran.

Menurutnya, langkah tegas tersebut justru merupakan bentuk perlindungan agar daerah tidak terbebani target yang sulit dicapai. Selain fokus pada padi, Kementerian Pertanian juga mempercepat upaya swasembada kedelai dan bawang putih sesuai arahan Presiden. Pemerintah turut memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan seperti kakao, kopi, kelapa, dan lada guna meningkatkan nilai tambah sektor pertanian.

Dengan percepatan program, disiplin realisasi anggaran, serta sinergi pusat dan daerah, pemerintah optimistis fondasi swasembada pangan nasional akan semakin kokoh sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: