Layanan Psikolog Gratis Jawa Tengah Diluncurkan, Setya Arinugroho Dorong Edukasi Kesehatan Mental di Sekolah

Caption Foto : Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho. (Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Akses terhadap layanan kesehatan mental di Jawa Tengah terus diperkuat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Layanan Online Psikolog Gratis (Logis), sebuah layanan digital yang diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan deteksi dini sekaligus memperoleh pendampingan psikologis tanpa terbebani biaya.

Peluncuran Logis mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho. Namun, menurutnya, kehadiran layanan psikolog gratis tersebut perlu diikuti dengan langkah yang lebih luas, terutama penguatan edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental.

Setya Ari menilai, layanan psikolog gratis tidak boleh hanya diposisikan sebagai fasilitas untuk menangani persoalan psikologis setelah muncul. Lebih dari itu, Logis perlu dikembangkan sebagai instrumen pencegahan dan edukasi agar masyarakat semakin terbuka dalam membicarakan kesehatan mental.

“Peluncuran layanan ini barulah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan mental bukanlah sesuatu yang tabu,” jelasnya. 

Menurutnya, masih ada anggapan di tengah masyarakat bahwa seseorang yang berkonsultasi dengan psikolog berarti sedang mengalami gangguan kejiwaan. Pandangan tersebut perlu diluruskan agar masyarakat tidak ragu mencari bantuan profesional ketika menghadapi persoalan emosional maupun tekanan psikologis.

Baca juga: DPR RI Pastikan RUU Perampasan Aset Selesai Desember 2026

“Masyarakat perlu memahami bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Konsultasi dengan psikolog bukan berarti seseorang mengalami gangguan kejiwaan, melainkan langkah preventif untuk menjaga kualitas hidup,” katanya.

Perluas Akses Layanan Psikologis

Logis juga dinilai memiliki peran penting dalam memperluas akses layanan psikologis bagi kelompok masyarakat yang selama ini mungkin kesulitan mendapatkan konsultasi profesional. Sistem layanan secara online dapat menjadi pintu masuk yang lebih mudah, terutama bagi masyarakat yang terkendala biaya, jarak, maupun kekhawatiran terhadap stigma.

Setya Ari secara khusus menyoroti pentingnya pemanfaatan Logis untuk kalangan pelajar. Menurutnya, sekolah menjadi salah satu lingkungan strategis untuk memperkuat edukasi kesehatan mental sekaligus melakukan pencegahan terhadap berbagai persoalan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

Salah satunya adalah kasus perundungan atau bullying. Edukasi kesehatan mental yang dilakukan secara konsisten dinilai dapat membantu pelajar memahami pentingnya membangun relasi yang sehat, mengelola emosi, serta berani mencari pertolongan ketika menghadapi tekanan.

Baca juga: Jangan Hanya Jalan Kaki, Latihan Otot Penting Saat Memasuki Usia Tua

“Langkah jemput bola seperti ini penting agar masyarakat yang membutuhkan dukungan psikologis bisa mendapatkan akses lebih cepat dan inklusif,” ujarnya.

Karenanya, Setya Ari berharap Pemprov Jawa Tengah tidak berhenti pada peluncuran platform digital. Keberadaan Logis perlu dibarengi penguatan fasilitas, sosialisasi, edukasi, serta pendampingan di lapangan sehingga masyarakat benar-benar mengetahui cara memanfaatkan layanan tersebut.

Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan memastikan masyarakat memiliki kondisi fisik yang sehat. Kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tangguh, produktif, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

“Generasi yang unggul tidak hanya dinilai dari fisik yang sehat, tetapi juga mental yang kuat. Layanan psikolog gratis ini harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia, bukan sekadar program kesehatan biasa,” tegasnya.

Menurut Setya Ari, penguatan kesehatan mental juga memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan SDM Jawa Tengah. Masyarakat yang mendapatkan akses layanan kesehatan mental secara inklusif diharapkan mampu tumbuh menjadi sumber daya manusia yang mandiri, kompetitif, dan berwawasan global dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Lahan Kritis Jateng Capai 317 Ribu Hektare, Setya Arinugroho Desak Rehabilitasi Berkelanjutan

DPRD Jawa Tengah, lanjutnya, akan turut mengawal keberlanjutan program tersebut. Pengawasan tidak hanya berkaitan dengan efektivitas penggunaan anggaran, tetapi juga memastikan layanan benar-benar berjalan secara konsisten dan dapat diakses masyarakat dari berbagai lapisan.

“DPRD Jawa Tengah berkomitmen untuk mengawal keberlanjutan program ini, baik dari segi efektivitas penganggaran maupun evaluasi secara berkala. Kita harus memastikan layanan ini berjalan konsisten dalam jangka panjang dan manfaatnya dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: