Korlantas Polri dan Jasa Marga Perkuat Teknologi Tol

Antisipasi Nataru dan Zero ODOL
Nasional
By Ariyani  —  On Aug 04, 2026
Caption Foto : Tol Jakarta -Cikampek. (Foto :Dok, Redaksi Orbit-News.com).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Persiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mulai dimatangkan. Korps Lalu Lintas (Korlantas) bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat sinergi untuk memastikan perjalanan masyarakat di jalan tol berlangsung aman, lancar, dan nyaman.

Kakorlantas Polri, Irjen Wibowo mengatakan, peningkatan mobilitas masyarakat saat periode libur panjang harus diantisipasi sejak jauh hari. Menurutnya, jalur wisata berpotensi menjadi salah satu titik dengan peningkatan volume kendaraan yang signifikan.

“Dua potensi libur besar ini tentunya akan memunculkan pergerakan masyarakat yang juga pasti akan meningkat, khususnya di jalur-jalur wisata,” jelasnya.

Karenanya, Korlantas Polri mendorong penguatan koordinasi dengan Jasa Marga agar pengelolaan lalu lintas di jalan tol dapat dilakukan secara lebih terpadu. Kesiapan tersebut mencakup pengaturan arus kendaraan, pemantauan kondisi jalan, hingga percepatan penanganan apabila terjadi kecelakaan maupun gangguan lalu lintas. 

Kakorlantas juga meminta perkembangan terbaru terkait pembangunan dan kesiapan operasional sejumlah ruas jalan tol baru, khususnya yang menghubungkan wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga akses menuju Jawa Timur. Menurutnya, keberadaan jaringan tol baru memiliki peran penting dalam mengurai kepadatan kendaraan, terutama ketika terjadi peningkatan perjalanan masyarakat pada masa libur panjang.

Baca juga: Logo Mandiri Hilang dari Gedung Thamrin, Ada Apa??

Selain memperlancar pergerakan orang, konektivitas tol juga dinilai strategis bagi kelancaran distribusi barang dan logistik. Salah satu perhatian yang disoroti adalah akses menuju Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi yang menjadi salah satu simpul penting konektivitas transportasi menuju Jawa Timur dan Bali.

Pengoperasian ruas tol baru diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan jalur bagi pengguna kendaraan sehingga beban lalu lintas pada ruas tertentu dapat ditekan.

Zero ODOL Jadi Perhatian

Persoalan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) juga menjadi perhatian serius. Kebijakan Zero ODOL ditargetkan mulai diterapkan pada awal tahun depan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas sekaligus menjaga kualitas infrastruktur jalan.

Wibowo menekankan bahwa penanganan kendaraan ODOL tidak cukup dilakukan melalui penindakan di hilir. Menurutnya, persoalan tersebut harus diselesaikan secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai aspek, termasuk kondisi ekonomi masyarakat dan proses yang terjadi di sektor hulu.

Baca juga: Haedar Nashir Raih Penghargaan Achmad Bakrie 2026

“Korlantas kan selalu bekerja di hilir. Pekerjaan hulu sangat berdampak pada pekerjaan hilir. Kalau semuanya dilempar ke hilir, tanpa ada pertimbangan yang cukup matang malah nanti hasilnya akan kontraproduktif dengan yang diinginkan,” kata Wibowo.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan terpadu dalam penerapan Zero ODOL. Dengan demikian, kebijakan tidak hanya berorientasi pada penindakan kendaraan yang melanggar, tetapi juga membangun sistem pengawasan sejak sebelum kendaraan masuk ke jalan tol.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono mengatakan, kendaraan dengan muatan maupun dimensi berlebih memiliki risiko terhadap keselamatan pengguna jalan. Selain itu, kendaraan ODOL juga berpotensi mempercepat kerusakan konstruksi jalan tol. Untuk memperkuat deteksi kendaraan angkutan barang, Jasa Marga menambah fasilitas Weigh In Motion (WIM) dari sebelumnya dua titik menjadi delapan titik.

Teknologi tersebut memungkinkan proses pemantauan berat kendaraan dilakukan ketika kendaraan melintas. Sistem WIM juga dikombinasikan dengan kamera pengawas serta teknologi Light Detection and Ranging (LIDAR) untuk mendeteksi berat dan dimensi kendaraan secara real-time. Yang menarik, data hasil deteksi tersebut nantinya terintegrasi dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Korlantas Polri. Integrasi ini diharapkan membuat proses pengawasan kendaraan angkutan menjadi lebih cepat, akurat, dan berbasis data. 

Penguatan pengawasan tidak berhenti pada perangkat di lapangan. Jasa Marga juga mengembangkan ekosistem data digital melalui aplikasi Travoy yang telah dilengkapi teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Data tersebut akan diselaraskan dengan data Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri serta data pengujian berkala kendaraan dari Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Karhutla Jadi Ancaman, Polri Ingatkan Pembakaran Sampah Bisa Berujung Bencana

Integrasi berbagai sumber data tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kendaraan angkutan barang secara lebih komprehensif. Dengan begitu, pengawasan dapat dilakukan berdasarkan informasi yang lebih lengkap sebelum potensi pelanggaran menimbulkan persoalan di jalan.

Rivan mengatakan penguatan teknologi juga dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC). Fasilitas tersebut disiapkan untuk dimanfaatkan bersama pada sejumlah titik yang dinilai krusial.

“Penguatan sistem juga dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang siap dimanfaatkan bersama di titik-titik krusial. Integrasi command center ini diharapkan mempercepat respons penanganan insiden dan memperkuat koordinasi lintas sektor,” ujar Rivan.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan integrasi data memiliki peran penting dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan tol, terlebih ketika volume kendaraan meningkat tajam pada periode Nataru. (*)


Baca juga: Karhutla Mengganas di Dua Daerah, BNPB Catat Ratusan Hektare Lahan Terbakar

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: