Banner Utama

Komdigi Hadirkan Layanan DARA, Solusi Konsultasi untuk Atasi Adiksi Gim pada Anak

Nasional
By Ariyani  —  On Mar 01, 2026
Caption Foto : Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. (Foto : Dok. Komdigi).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Kekhawatiran orang tua terhadap meningkatnya kecanduan gim daring pada anak kini mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Digital resmi meluncurkan layanan Digital Addiction Response Assistance (DARA) sebagai sarana pendampingan bagi keluarga yang menghadapi persoalan adiksi digital.

Layanan ini  dirancang sebagai ruang konsultasi yang aman, privat, dan mudah diakses, baik oleh anak maupun orang tua yang membutuhkan bantuan terkait penggunaan gim yang berlebihan.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menuturkan bahwa inisiatif ini lahir dari keresahan masyarakat. Menurutnya, banyak orang tua merasa kewalahan menghadapi perubahan perilaku anak akibat paparan gim daring yang tidak terkontrol.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak memandang gim sepenuhnya negatif. Industri gim tetap memiliki nilai positif, seperti mendorong kreativitas dan inovasi. Namun, negara perlu hadir ketika penggunaan yang berlebihan mulai berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak.

Baca juga: Pemerintah Petakan 69 Titik Rawan di Jalur Mudik Jateng, Posko dan Alat Berat Disiagakan

“Gim memang bisa memicu kreativitas, tetapi ketika sudah mengarah pada adiksi, anak dan keluarga membutuhkan dukungan. Di sinilah peran negara untuk membantu,” jelasnya. 

Teman Bercerita

DARA dikembangkan oleh talenta muda Indonesia dan diposisikan sebagai “teman bercerita” yang memberi ruang konsultasi tanpa stigma. Pendekatan ini diharapkan membuat anak dan keluarga lebih nyaman mencari bantuan sejak dini.

Layanan tersebut dapat diakses melalui situs resmi IGRS di adiksi.igrs.id maupun layanan WhatsApp Indonesia Game Rating System (IGRS) di nomor 0811-806-860. Akses yang sederhana menjadi salah satu strategi agar pendampingan bisa menjangkau lebih banyak keluarga.

Dukungan juga datang dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menegaskan bahwa adiksi gim tidak boleh dianggap sekadar kenakalan anak.

Baca juga: Pertamina Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Maret 2026, Pertalite dan Biosolar Tetap

Menurutnya, perilaku tersebut merupakan sinyal bahwa anak dan keluarga membutuhkan pendampingan yang tepat dan empatik. Ia menilai pendekatan DARA yang tidak menghakimi menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan digital anak.

“Ketika orang tua mendapat panduan yang praktis dan suportif, keluarga akan lebih mampu menjaga keseimbangan. Anak tetap bisa menikmati gim secara sehat tanpa kehilangan hak tumbuh kembangnya,” kata Arifah.

Hadirnya DARA menandai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekosistem digital yang lebih aman dan ramah anak. Melalui layanan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa literasi dan pendampingan digital sama pentingnya dengan pengawasan, sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara sehat dan produktif.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: