ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat sistem komunikasi publik terkait program Sekolah Rakyat. Langkah tersebut dilakukan setelah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi program pendidikan tersebut, yang tercermin dari ribuan pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial Kemensos.
Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan masyarakat terkait Sekolah Rakyat. Informasi yang paling banyak dicari masyarakat antara lain mengenai lokasi Sekolah Rakyat, jadwal pelaksanaan, serta ketersediaan sekolah. Tingginya kebutuhan informasi tersebut kemudian menjadi salah satu pijakan Kemensos dalam mengembangkan LENSA SR atau Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif.
Sistem ini dirancang untuk membuat pengelolaan informasi Sekolah Rakyat lebih terintegrasi, sehingga informasi yang diterima masyarakat berasal dari data yang valid, telah dikonfirmasi, dan menggunakan narasi yang konsisten di berbagai kanal komunikasi.
Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman Taufik mengatakan, LENSA SR diharapkan mampu memperkuat alur informasi Sekolah Rakyat mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.
“Dengan adanya LENSA SR, segala informasi yang berkaitan dengan Sekolah Rakyat dapat terintegrasi dengan baik dari pusat hingga daerah. Sehingga masyarakat mudah mendapatkan informasi yang valid, cepat dan terhindar dari narasi hoax di media sosial,” jelasnya.
Baca juga: BAZNAS Buka Beasiswa untuk 2.500 Santri
Ribuan Pertanyaan Jadi Evaluasi Komunikasi Sekolah Rakyat
Kemensos menilai kebutuhan terhadap informasi Sekolah Rakyat terus berkembang seiring meningkatnya perhatian publik terhadap program tersebut. Selama ini, informasi mengenai Sekolah Rakyat tersebar melalui berbagai sumber, mulai dari media sosial, media massa, kanal pengaduan masyarakat hingga laporan dari daerah.
Namun, berbagai sumber informasi tersebut belum sepenuhnya berada dalam satu sistem pengelolaan. Akibatnya, penanganan isu terkadang masih dilakukan berdasarkan kasus yang muncul dan membutuhkan koordinasi antarunit. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan sejumlah persoalan, seperti keterlambatan memberikan jawaban kepada masyarakat, perbedaan narasi antar-kanal, munculnya klarifikasi berulang, hingga penyebaran informasi yang tidak akurat.
Melalui LENSA SR, Kemensos ingin mengubah pola tersebut menjadi sistem komunikasi yang lebih terstruktur. Informasi yang masuk tidak langsung dijadikan bahan publikasi. Setiap informasi terlebih dahulu dikumpulkan dan diperiksa melalui berbagai sumber.
Sumber tersebut mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan dari Sentra atau Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta laporan langsung dari lapangan.
Baca juga: Rumput Laut Diolah Jadi Camilan, FPIK Unsoed Dorong KWT Desa Beji Raup Penghasilan Tambahan
Setelah informasi terkumpul, substansinya akan dikonfirmasi kepada PIC atau unit yang bertanggung jawab terhadap informasi tersebut. Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan informasi yang digunakan benar, terbaru, sudah terkonfirmasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Informasi yang telah melalui proses tersebut kemudian diolah menjadi narasi maupun rekomendasi respons sesuai dengan tingkat kebutuhan dan risiko isu.
Selain memastikan informasi akurat, Kemensos memberikan perhatian khusus terhadap keamanan data dalam publikasi Sekolah Rakyat. Hal tersebut dinilai penting karena program Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga yang berada dalam kondisi rentan.
Untuk mencegah perbedaan informasi, Kemensos juga menyiapkan sejumlah instrumen pendukung dalam LENSA SR. Di antaranya Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan untuk pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Berbagai perangkat tersebut bersifat dinamis sehingga dapat diperbarui mengikuti perkembangan isu, aduan masyarakat, pemberitaan media, percakapan di media sosial, maupun informasi dari lapangan. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.