Banner Utama

Jelang Idulfitri 2026, Pemprov Jateng Perluas Pangan Murah dan Layanan Dokter Spesialis Keliling

Daerah
By Vivin  —  On Mar 02, 2026
Caption Foto : Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di acara Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Senin (2/3/2026). (Foto : Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, GROBOGAN — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan layanan dokter spesialis keliling (Speling) untuk menjaga daya beli serta kesehatan masyarakat menjelang Idulfitri 2026. Upaya ini dipastikan menjangkau langsung warga di berbagai daerah.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meninjau langsung pelaksanaan program di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Senin (2/3/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan intervensi pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Lebaran.

Selain memantau pelaksanaan, gubernur juga menyalurkan bantuan kepada warga, mulai dari dukungan modal usaha hingga cadangan pangan. Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok.

Dalam dialog dengan warga penerima layanan kesehatan gratis melalui Speling dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Luthfi menegaskan pendekatan terpadu sengaja diterapkan agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan pemerintah.

“Kita hadirkan Speling bersamaan dengan gerakan pangan murah dan penyaluran bantuan. Tujuannya sederhana: layanan harus mudah dijangkau dan terjangkau bagi masyarakat,” katanya, Senin (2/3/2026).

Baca juga: Perbaikan Jalan Semarang–Godong Dikebut, Target Fungsional Sebelum Arus Mudik

Intensitas GPM Ditingkatkan

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini, menjelaskan intensitas GPM memang ditingkatkan menjelang Lebaran. Sepanjang Februari hingga Maret 2026, kegiatan tersebut telah digelar sedikitnya 308 kali di berbagai wilayah.

Menurut Rini, skema GPM memungkinkan harga lebih murah karena pemerintah memfasilitasi distribusi, termasuk subsidi transportasi, kemasan, hingga bongkar muat. Dengan demikian, komoditas dijual mendekati harga produsen.

Di Grobogan, komoditas yang disediakan antara lain beras SPHP 2 ton senilai Rp22,4 juta, beras premium 2 ton Rp25 juta, telur 500 kilogram Rp13,5 juta, minyak goreng 1.000 liter Rp15,7 juta, bawang merah 100 kilogram Rp3,5 juta, bawang putih 100 kilogram Rp3,4 juta, cabai 100 kilogram Rp6,5 juta, gula pasir 1 ton Rp16 juta, serta komoditas lain senilai Rp5 juta. Total subsidi harga pangan yang digelontorkan mencapai sekitar Rp111 juta.

“Warga bebas membeli sesuai kebutuhan, tidak harus membeli paket tertentu,” kata Rini.

Baca juga: D’Modifest 2026 Semarang Menggelegar, Panggung Modest Fashion Jateng Siap Tembus Pasar Dunia

Sementara itu, kinerja layanan kesehatan keliling juga menunjukkan tren peningkatan. Data Dinas Kesehatan Jawa Tengah mencatat hingga 28 Februari 2026, program Speling telah dilaksanakan 957 kali di 414 kecamatan pada 35 kabupaten/kota dengan total sasaran 93.599 jiwa.

Untuk program Cek Kesehatan Gratis, jumlah warga yang hadir mencapai 2.523.102 orang atau 95,77 persen dari total 2.634.599 pendaftar.

Pemprov Jateng menargetkan integrasi program pangan dan kesehatan ini terus diperluas menjelang puncak arus mudik Lebaran, sehingga stabilitas harga dan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: