Banner Utama

Dinpertan Banyumas Dorong Luas Tambah Tanam, 61 Kelompok Tani Terima Bantuan Optimalisasi Lahan 2026

Berita Advertorial
Caption Foto : Kepala Dinpertan Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono ST.MM memberikan pengarahan di sosialisasi dan pemberkasan optimalisasi lahan 2026. (Foto : Hermiana E.Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Upaya memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong percepatan tanam terus dilakukan Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas. Sebanyak 61 kelompok tani di berbagai wilayah Banyumas mendapatkan bantuan yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas lahan dan memperkuat kesiapan infrastruktur pertanian.

Program ini menjadi bagian penting dalam strategi peningkatan luas tambah tanam sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah, terutama menghadapi tantangan perubahan musim dan keterbatasan sumber air di sejumlah wilayah pertanian.

Kepala Dinpertan Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono ST.MM mengatakan, bantuan optimalisasi lahan menjadi langkah nyata untuk mempercepat masa tanam, sekaligus membantu kelompok tani menyiapkan sarana pendukung yang dibutuhkan di lapangan. Menurutnya, setelah sebelumnya bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) mulai disalurkan, kini tahapan dilanjutkan dengan sosialisasi serta pemberkasan program optimalisasi lahan bagi para penerima manfaat.

“Kita terus upayakan percepatan tanam, setelah kemarin bantuan alsintan datang, hari ini dilakukan pemberkasan optimalisasi lahan,” kata Arif, Selasa (19/5/2026).

Ia berharap seluruh kelompok tani penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal dan menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur pertanian dapat segera berjalan dan target percepatan tanam di Banyumas dapat tercapai.

Baca juga: Merbabu Skyrace 2026 Pecahkan Rekor Peserta, 2.700 Pelari dari 14 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Merbabu

Caption : Caption Foto : Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinpertan Banyumas, Hery Jatmiko. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Bantuan Difokuskan untuk Infrastruktur dan Ketersediaan Air Pertanian

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinpertan Banyumas, Hery Jatmiko menjelaskan, sebanyak 61 kelompok tani yang menerima bantuan akan menggunakan dana sesuai kebutuhan lapangan masing-masing. Bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pendukung, seperti pembangunan irigasi pompa, irigasi perpipaan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, hingga sarana pendukung lainnya yang berkaitan langsung dengan optimalisasi lahan pertanian.

“Hari ini sekaligus dilakukan pembukaan rekening, sebab bantuan tersebut dikelola secara swakelola oleh masing-masing kelompok tani. Dinpertan sifatnya hanya memfasilitasi saja,” jelas Hery.

Skema swakelola ini diharapkan memberikan fleksibilitas kepada kelompok tani untuk menentukan prioritas pembangunan sesuai kondisi wilayah, sehingga hasilnya lebih efektif dan tepat sasaran. 

Baca juga: Penggerebekan di Purwokerto Timur, Polisi Amankan Pengedar dan Ratusan Obat Terlarang

Hery menambahkan, Kabupaten Banyumas masih memiliki sekitar 7 hektar lahan pertanian tadah hujan yang berpotensi dioptimalkan. Melalui program bantuan ini, lahan tersebut diharapkan dapat masuk dalam program perluasan lahan tambah tanam sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat.

Tidak hanya dimanfaatkan saat musim kemarau, keberadaan infrastruktur air yang dibangun juga dinilai penting ketika musim penghujan tiba. Sistem pengairan yang lebih baik dapat membantu pengendalian debit air agar tidak berdampak pada area pertanian.

Dalam pelaksanaannya, kelompok tani tidak bekerja sendiri. Mereka mendapatkan pendampingan teknis dari pihak Universitas Negeri Surakarta (UNS) agar perencanaan penggunaan bantuan sesuai kebutuhan dan potensi wilayah.

“Selain alsintan, pupuk, obat-obatan dan SDM, kesiapan infrastruktur penyedia air juga menjadi hal yang penting dalam optimalisasi lahan,” ungkapnya.

Besaran bantuan yang diterima masing-masing kelompok pun bervariasi. Nilainya disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan, kondisi lapangan, serta luas area pertanian yang dikelola.

Baca juga: Korban Terakhir Terseret Ombak di Pantai Menganti Kisik Ditemukan, Pencarian 3 Hari Resmi Berakhir

Caption : Caption Foto : Kelompok tani antusias menerima bantuan optimalisasi lahan 2026. (Foto : Hermiana E. Effendi).

Pipanisasi di Dawuhan Wetan

Salah satu penerima bantuan optimalisasi lahan adalah Kelompok Tani Slamet dari Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Kedungbanteng. Perwakilan kelompok, Makruf menjelaskan, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan sistem pipanisasi guna mengatasi persoalan distribusi air ke area persawahan.

Menurutnya, di Desa Dawuhan Wetan sebenarnya terdapat bendungan yang selama ini menjadi sumber air pertanian. Namun kondisi bendungan tersebut sudah mengalami kerusakan sehingga distribusi air tidak lagi optimal. Melalui bantuan senilai Rp69,8 juta, kelompok tani berencana membangun bak penampungan air yang kemudian dialirkan menggunakan pipa menuju jaringan irigasi dan lahan pertanian.

Kelompok Tani Slamet sendiri memiliki sekitar 30 anggota petani dengan luas lahan mencapai 15 hektar. Adapun panjang jalur pipanisasi yang akan dibangun diperkirakan mencapai 78 meter.

Baca juga: Jateng Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik 2026, Ahmad Luthfi Tekankan Kolaborasi hingga Desa

“Kita memiliki anggota sekitar 30 petani, dengan luas lahan 15 hektar. Panjang pipanisasi ini sudah dihitung yaitu 78 meter. Jadi nanti melalui pipanisasi ini, air akan dialirkan ke irigasi, lalu ke sawah-sawah,” kata Makruf.

Ia berharap pembangunan pipanisasi dapat segera selesai sehingga para petani tetap memiliki pasokan air dan mampu mengolah lahan meski memasuki musim kemarau. 

Program bantuan optimalisasi lahan yang menyasar 61 kelompok tani ini merupakan salah satu upaya untuk memperkuat sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Tidak hanya berfokus pada bantuan alat dan sarana produksi, perhatian juga diberikan pada pembangunan infrastruktur pendukung yang menjadi kunci keberhasilan pertanian.

Dengan tersedianya sistem irigasi yang lebih baik, percepatan tanam diharapkan semakin meningkat, produktivitas lahan bertambah, dan para petani Banyumas mampu menghadapi tantangan musim dengan lebih siap.

Baca juga: Bank Mandiri Taspen Tegaskan Komitmen Dampingi Korban Penipuan Investasi di Purwokerto, Penanganan Kasus Diserahkan ke Penegak Hukum


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: