Berhenti Beroperasi 20 Hari, Manajemen Trans Banyumas Tetap Komit Kejar Target 2,2 Juta Penumpang

Caption Foto : Direktur PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun. (Foto ; Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Manajemen Trans Banyumas tetap optimistis mengejar target 2,2 juta penumpang sepanjang 2026, meski layanan transportasi umum tersebut sempat berhenti beroperasi selama 20 hari.

Hingga akhir September 2026, jumlah penumpang Trans Banyumas tercatat telah mencapai lebih dari 1,6 juta orang. Artinya, masih ada sekitar 600 ribu penumpang yang harus dikejar dalam tiga bulan terakhir untuk mencapai target tahunan tersebut.

Direktur PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun mengatakan, penghentian operasional selama 20 hari memberikan dampak cukup besar terhadap jumlah penumpang Trans Banyumas.

“Waktu berhenti beroperasi selama 20 hari itu sangat terasa. Tidak hanya selama berhenti kita tidak mendapatkan penumpang, tetapi setelah beroperasi kembali, jumlah penumpang juga mengalami penurunan,” kata Ipoeng, Kamis (1/10/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut membuat manajemen membutuhkan waktu lebih dari 10 hari setelah layanan kembali beroperasi untuk mengembalikan jumlah penumpang ke kondisi normal.

Baca juga: Sempat Turun, Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Stabil

Target 600 Ribu Penumpang dalam Tiga Bulan

Dengan waktu tersisa sekitar tiga bulan, manajemen Trans Banyumas masih berupaya mengejar kekurangan sekitar 600 ribu penumpang.

Ipoeng menegaskan, PT Banyumas Raya Transportasi tetap berkomitmen memenuhi target 2,2 juta penumpang yang telah ditetapkan untuk tahun 2026. Target tersebut menjadi tantangan tersendiri setelah operasional Trans Banyumas sempat terhenti. Namun, manajemen terus berupaya mengoptimalkan layanan agar masyarakat kembali menggunakan transportasi umum tersebut.

"Upaya jemput bola dengan membuka layanan aktivasi sudah kita lakukan pada tiga titik, harapannya selama tiga bulan ke depan, target penumpang bisa terpenuhi," ucapnya. 

Selain jumlah penumpang, capaian 2,2 juta penumpang juga berkaitan dengan potensi pendapatan dari pembayaran tarif Trans Banyumas. Dengan asumsi jumlah penumpang pelajar dan umum masing-masing mencapai 1,1 juta orang, potensi pendapatan dari 2,2 juta penumpang diperkirakan sekitar Rp6,49 miliar.

Baca juga: ABK KMN Barokah Anak Mas 03 Meninggal di Laut

Perhitungan tersebut menggunakan tarif pelajar sebesar Rp2.000 dan tarif penumpang umum Rp3.900. Namun, angka pendapatan tersebut masih dapat berubah karena komposisi penumpang umum Trans Banyumas cukup besar.

Sebagai gambaran, dalam periode empat bulan sebelum penghentian operasional, yakni 21 April hingga 29 Agustus 2026, Trans Banyumas mencatat pendapatan sekitar Rp2,5 miliar dari pembayaran penumpang.

Jika tren tersebut dapat dipertahankan dan jumlah penumpang terus meningkat, potensi pendapatan Trans Banyumas dalam satu tahun dapat mencapai sekitar Rp10 miliar. 

Ipoeng menjelaskan, pendapatan yang diperoleh dari pembayaran penumpang Trans Banyumas tidak dikelola langsung oleh manajemen PT Banyumas Raya Transportasi. Seluruh pembayaran penumpang Trans Banyumas langsung masuk ke rekening Pemkab Banyumas. Sementara itu, pihak pengelola memperoleh biaya pengganti operasional bus berdasarkan jarak tempuh atau kilometer perjalanan.

“Pembayaran Trans Banyumas semua masuk ke rekening pemkab. Sebagai gantinya, kita mendapat biaya pengganti operasional bus per kilometer,” jelas Ipoeng.

Baca juga: Curanmor di Purwokerto Selatan Terungkap Kurang dari 1 Jam

Dengan demikian, pencapaian target 2,2 juta penumpang tidak hanya berkaitan dengan peningkatan penggunaan layanan transportasi umum, tetapi juga berpengaruh terhadap penerimaan yang masuk ke kas Pemerintah Kabupaten Banyumas. (*)

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

■ ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat
VOX

Kemarau, Harga Beras Naik, Belanja Dapur Makin Berat

Redaksi Orbit-News.com | 17 Sep 2026

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: