Belajar dari Ketanda, Mahasiswa KKN UIN Saizu Kupas Sukses Gula Nira Organik Menembus Pasar Internasional

Caption Foto : Mahasiswa KKN UIN Saizu Melakukan Kunjungan Edukatif ke Sentra Produksi Gula Nira Organik di Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas ( Foto : Dok. UIN Saizu Purwokerto )

ORBIT-MEWS.COM, PURWOKERTO – Di balik keberhasilan gula nira organik asal Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, menembus pasar ekspor, tersimpan kisah panjang tentang kerja sama masyarakat, inovasi, dan komitmen menjaga kualitas. Cerita sukses itulah yang dipelajari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto Kelompok 010 saat berkunjung ke sentra produksi Kelompok Nira Mukti Rahayu (Nimura).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa mengenal lebih dekat model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mampu menghasilkan produk berdaya saing global. Selain melihat proses produksi, mereka juga mempelajari perjalanan panjang pengembangan gula organik yang kini menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Banyumas.

Ketua Kelompok Nimura, Tusino, menjelaskan bahwa transformasi produksi gula organik berawal dari keinginan meningkatkan nilai tambah hasil sadapan nira kelapa. Saat itu, masyarakat masih memproduksi gula cetak konvensional dengan nilai jual yang relatif rendah.

Melalui pendekatan yang dilakukan secara berkelanjutan, masyarakat diajak memahami manfaat sistem produksi organik. Sosialisasi digelar di berbagai forum warga, mulai dari kelompok tani hingga pertemuan rutin masyarakat, agar para penderes memahami pentingnya menjaga kualitas sejak proses penyadapan hingga pengolahan.

"Perubahan tidak terjadi dalam waktu singkat. Yang paling penting adalah membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga standar organik," ujar Tusino.

Baca juga: Bukan Sekedar Kenyang, Ini Makanan yang Bisa Mendukung Kecerdasan Anak

Ia menjelaskan, gula nira organik diproduksi tanpa bahan kimia sintetis sehingga menghasilkan produk yang lebih alami dan memenuhi standar keamanan pangan internasional. Kualitas tersebut membuat harga jual gula organik dapat mencapai dua kali lipat dibandingkan gula nonorganik.

Sebelum dipasarkan ke luar negeri, produk gula organik juga harus melewati proses audit dan pengujian laboratorium di Belanda. Tahapan tersebut menjadi syarat untuk memperoleh sertifikasi organik internasional yang membuka akses ke pasar ekspor.

Kualitas Kunci Menjadi Utama

Kini, hasil produksi Kelompok Nimura telah dipasarkan ke sejumlah negara, seperti Jepang, Australia, Inggris, dan Belanda. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa produk desa memiliki peluang besar bersaing di pasar dunia apabila dikelola secara profesional.

Tusino menegaskan, kunci mempertahankan pasar ekspor adalah menjaga mutu produk secara konsisten.

Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi

"Yang terpenting adalah menjaga kualitas dan konsistensi. Jika prosesnya dilakukan sesuai standar organik, maka produk kita akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar dunia," katanya.

Bagi mahasiswa KKN UIN Saizu, kunjungan ini memberikan pemahaman bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi tersebut menjadi produk bernilai tinggi.

Mahasiswa juga mempelajari berbagai tahapan pengembangan usaha, mulai dari pendampingan masyarakat, penerapan standar organik, proses sertifikasi, hingga strategi membangun jaringan pemasaran internasional.

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membawa wawasan baru tentang pentingnya inovasi dan pemberdayaan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Kisah Kelompok Nimura pun menjadi contoh nyata bahwa potensi lokal dapat berkembang menjadi produk unggulan dunia ketika dikelola secara berkelanjutan dan berorientasi pada kualitas. (*)

Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: