Banner Utama

7 Mitos Perawatan Kulit yang Masih Banyak Dipercaya, Nomor 3 Justru Bisa Merusak Wajah

Kecantikan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On May 11, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Perawatan kulit kini menjadi bagian penting dalam gaya hidup masyarakat. Namun, di tengah maraknya informasi kecantikan di media sosial, tidak sedikit orang yang justru mengikuti tips skincare yang keliru dan belum terbukti kebenarannya.

Berbagai mitos soal kesehatan kulit masih sering dipercaya, mulai dari anggapan bahwa semakin tinggi SPF semakin baik, hingga keyakinan bahwa penggunaan banyak produk skincare bisa membuat kulit lebih sehat. Padahal, jika diterapkan tanpa pengetahuan yang tepat, kebiasaan tersebut justru berisiko merusak kulit.

Kulit sendiri memiliki fungsi vital bagi tubuh, seperti melindungi organ dalam, menjaga suhu tubuh, mencegah dehidrasi, hingga menjadi benteng pertama dari paparan kuman dan zat berbahaya. Karena itu, perawatannya tidak boleh dilakukan sembarangan.

Berikut sejumlah mitos kesehatan kulit yang perlu diketahui agar tidak salah dalam merawat wajah dan tubuh:

1. Semakin Tinggi SPF, Kulit Pasti Lebih Aman

Baca juga: Cara Menghilangkan Komedo di Hidung dengan Aman dan Efektif, Ini Tips dari Ahli Kulit

Banyak orang memilih tabir surya dengan SPF sangat tinggi karena dianggap memberikan perlindungan maksimal. Faktanya, efektivitas sunscreen tidak hanya ditentukan oleh angka SPF.

Yang paling penting adalah penggunaan tabir surya secara benar dan rutin. Dermatologis menyarankan penggunaan sunscreen minimal SPF 30 dengan perlindungan broad spectrum agar mampu menangkal sinar UVA dan UVB sekaligus.

Selain itu, tabir surya perlu dioleskan ulang setiap dua jam, terutama setelah berkeringat atau berenang.

2. Cuaca Mendung Tidak Perlu Sunscreen

Ini merupakan salah satu kesalahan paling umum dalam perawatan kulit. Meski matahari tidak terlihat karena cuaca mendung atau dingin, sinar ultraviolet tetap dapat menembus awan dan mengenai kulit.

Baca juga: Cara Melembutkan Rambut Secara Alami dan Praktis, Tak Perlu Rutin ke Salon

Paparan UV yang terus-menerus tanpa perlindungan dapat memicu penuaan dini, flek hitam, hingga meningkatkan risiko kanker kulit. Karena itu, penggunaan sunscreen tetap dianjurkan setiap hari, termasuk saat berada di dalam ruangan yang terkena cahaya matahari.

3. Facial Semakin Sering, Kulit Makin Bagus

Tren facial rutin membuat banyak orang berpikir bahwa perawatan ini wajib dilakukan sesering mungkin. Padahal, facial yang terlalu sering justru dapat menyebabkan iritasi dan merusak lapisan pelindung alami kulit.

Kebutuhan facial setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, kondisi kulit, serta jenis masalah kulit yang dialami. Dalam beberapa kasus, perawatan sederhana di rumah justru sudah cukup untuk menjaga kesehatan kulit.

4. Skincare Mahal Pasti Lebih Efektif

Baca juga: 5 Cara Merawat Kulit Sensitif agar Tetap Sehat, Salah Pilih Sabun Muka Bisa Picu Iritasi

Harga tinggi sering dianggap sebagai jaminan kualitas produk skincare. Kenyataannya, produk mahal belum tentu lebih ampuh dibanding produk dengan harga lebih terjangkau.

Yang perlu diperhatikan adalah kandungan bahan aktif di dalam produk tersebut. Banyak produk lokal maupun produk dengan harga ekonomis memiliki kandungan yang sama dengan produk premium.

Karena itu, memilih skincare sebaiknya berdasarkan kebutuhan kulit dan komposisi bahan, bukan semata-mata harga atau merek terkenal.

5. Semakin Banyak Produk Dipakai, Hasilnya Lebih Maksimal

Layering skincare memang populer, tetapi menggunakan terlalu banyak produk sekaligus bisa membuat kulit stres. Kombinasi bahan aktif tertentu bahkan dapat memicu kemerahan, iritasi, hingga jerawat.

Baca juga: 3 Masker Alami untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Mudah Dibuat dan Bantu Kulit Tampak Glowing

Para ahli menyarankan penggunaan produk dasar yang benar-benar dibutuhkan kulit, seperti pembersih wajah, pelembap, sunscreen, dan toner sesuai jenis kulit.

6. Skincare Lebih Penting daripada Pola Makan

Kulit sehat tidak hanya berasal dari luar, tetapi juga dari dalam tubuh. Pola makan yang buruk dapat membuat kulit kusam, kering, hingga mempercepat tanda-tanda penuaan.

Sebaliknya, konsumsi makanan bergizi seperti buah, sayur, protein, dan air putih yang cukup membantu menjaga elastisitas serta kelembapan kulit secara alami.

7. Eksfoliasi Sesering Mungkin Bikin Kulit Cerah

Baca juga: Ciri Wajah Kekurangan Kolagen yang Sering Diabaikan, Bisa Bikin Tampak Lebih Tua dari Usia Asli

Eksfoliasi memang bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati dan membantu regenerasi kulit. Namun, jika dilakukan terlalu sering, kulit bisa kehilangan lapisan pelindung alaminya.

Akibatnya, kulit menjadi sensitif, kemerahan, terasa perih, bahkan muncul tekstur tidak rata. Idealnya, eksfoliasi dilakukan secukupnya sesuai jenis kulit dan menggunakan produk yang aman.

Merawat kulit tidak harus mahal atau mengikuti semua tren yang viral di media sosial. Yang terpenting adalah memahami kebutuhan kulit dan memilih perawatan yang tepat agar kesehatan kulit tetap terjaga dalam jangka panjang.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: