ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Suara dengkuran saat tidur sering dianggap sebagai hal biasa. Sebagian orang bahkan baru mengetahui dirinya mendengkur setelah diberi tahu pasangan atau anggota keluarga.
Namun, kebiasaan mendengkur tidak selalu sekadar gangguan tidur. Pada sebagian orang, dengkuran dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan pernapasan saat tidur, terutama jika disertai gejala tertentu.
Mengapa Seseorang Bisa Mendengkur?
Mendengkur terjadi ketika aliran udara melalui hidung dan tenggorokan menjadi terhambat saat tidur. Jaringan di sekitar saluran napas kemudian bergetar dan menghasilkan suara dengkuran.
Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mendengkur, seperti tidur telentang, hidung tersumbat, konsumsi alkohol, berat badan berlebih, serta bentuk anatomi mulut dan tenggorokan.
Baca juga: Gigi Anak Mulai Goyang, Jangan Panik! Ini Usia Normal Gigi Susu Tanggal
Mendengkur sesekali belum tentu menunjukkan adanya penyakit. Misalnya, seseorang dapat mendengkur ketika sedang mengalami pilek atau hidung tersumbat.
Tanda Sleep Apnea
Hal yang perlu diperhatikan adalah mendengkur yang keras, sering, dan disertai berhentinya napas saat tidur.
Kondisi tersebut dapat menjadi tanda obstructive sleep apnea (OSA), yaitu gangguan ketika saluran napas berulang kali menyempit atau tertutup selama tidur sehingga aliran udara terganggu.
Selain mendengkur keras, gejala OSA dapat berupa terbangun sambil terengah-engah, tersedak saat tidur, sering terbangun pada malam hari, sakit kepala ketika bangun, mengantuk berlebihan pada siang hari, serta sulit berkonsentrasi.
Baca juga: KAI Daop 5 Purwokerto Gelar Operasi Katarak Gratis di Kebumen
Kapan Perlu Diperiksa?
Tidak semua orang yang mendengkur membutuhkan pemeriksaan medis. Namun, pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan apabila dengkuran terjadi hampir setiap malam atau disertai gejala seperti napas berhenti ketika tidur, terbangun karena sesak atau tersedak, serta rasa kantuk berat pada siang hari.
Jika memang terdapat sleep apnea, dokter dapat melakukan evaluasi lebih lanjut dan bila diperlukan pemeriksaan tidur untuk mengetahui gangguan pernapasan selama seseorang tidur.
Jangan Anggap Sepele
Mendengkur memang bisa saja tidak berbahaya. Tetapi, dengkuran yang terus-menerus dan disertai gangguan napas tidak sebaiknya diabaikan.
Baca juga: Banyumas Bebas Rabies, Sebanyak 800 Vaksin Gratis Disiapkan untuk Hewan Peliharaan
Terlebih jika orang yang tidur bersama melihat adanya jeda napas berulang kali. Kondisi tersebut perlu diperiksakan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Dengan demikian, mendengkur bukan otomatis berarti seseorang sedang mengalami penyakit. Yang perlu diperhatikan adalah pola dengkuran dan gejala lain yang menyertainya. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.