ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Jawa Tengah menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Sejumlah pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di provinsi ini menjadi objek kajian peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX.
Pemilihan Jawa Tengah sebagai lokus studi dinilai tidak lepas dari berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam mengembangkan sumber energi alternatif. Peserta SSDN akan melihat langsung sejumlah program EBT sekaligus menggali kebijakan dan strategi yang diterapkan di daerah.
Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily mengatakan Jawa Tengah memiliki relevansi kuat untuk dijadikan lokasi kajian ketahanan energi.
“Kami memandang penting menjadikan Jawa Tengah sebagai lokus studi Lemhannas karena telah menyelenggarakan berbagai upaya untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” kata Ace.
Menurutnya, persoalan energi saat ini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek ketahanan nasional. Ketidakpastian geopolitik serta perubahan harga energi global membuat Indonesia perlu memperkuat sumber energi yang mandiri dan berkelanjutan.
Baca juga: Bersih dan Higienis, Begini Cara SPPG Kanding Banyumas Menjaga Kualitas Makanan MBG
Potensi panas bumi, tenaga surya, hingga pengolahan sampah menjadi energi, menurut Ace, menjadi sumber daya yang perlu terus dikembangkan.
Kajian Lemhannas Jadi Bahan Evaluasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif dipilihnya Jawa Tengah sebagai lokasi kajian. Ia berharap hasil SSDN dapat memberikan perspektif baru sekaligus masukan terhadap berbagai program energi yang tengah dikembangkan pemerintah daerah.
“Rekomendasi dari hasil studi tersebut akan dikembalikan kepada kami untuk menjadi bahan evaluasi secara komprehensif,” ujar Luthfi seusai menerima peserta SSDN di Gedung Merah Putih Lantai 10, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Selasa (8/9/2026).
Baca juga: Cegah Abrasi, AHY dan Ahmad Luthfi Perkuat Benteng Pesisir Demak dengan Mangrove dan HexBricks
Luthfi mengatakan Jawa Tengah terus membuka peluang pengembangan energi alternatif. Sejumlah sumber energi yang dikembangkan antara lain tenaga surya, panas bumi atau geothermal, serta pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.
Menurutnya, setiap program yang telah berjalan perlu terus dievaluasi agar pengembangannya semakin efektif dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
“Program yang sudah berjalan akan kami evaluasi. Kami menunggu rekomendasi dari Lemhannas untuk menjadi dasar pengembangan lebih lanjut,” katanya.
Ketahanan Energi Nasional
Studi yang dilakukan Lemhannas di Jawa Tengah diharapkan tidak berhenti pada proses pengumpulan data. Kajian tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Baca juga: Peringati HUT Humas Polri ke - 75, Polres Kebumen Bantu Warga Terdampak Kekeringan
Luthfi berharap hasil kajian mampu memperkuat kebijakan energi Jawa Tengah sekaligus berkontribusi terhadap upaya membangun ketahanan energi nasional.
Dengan potensi EBT yang dimiliki, Jawa Tengah dinilai memiliki ruang besar untuk terus memperluas penggunaan energi bersih sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional.
“Harapannya, rekomendasi yang diberikan nantinya dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat ketahanan energi daerah maupun nasional,” pungkas Luthfi. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.