ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Pertumbuhan industri dan investasi di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Persoalan tersebut menjadi perhatian DPRD Jawa Tengah seiring hampir rampungnya pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho mengatakan, hasil Sensus Ekonomi 2026 harus dimanfaatkan pemerintah untuk melihat secara lebih jelas dampak perkembangan dunia usaha terhadap masyarakat. Menurutnya, data mengenai jumlah perusahaan, sektor usaha hingga aktivitas ekonomi perlu dikaitkan dengan kemampuan perusahaan dalam menyerap tenaga kerja.
“Pertumbuhan jumlah Usaha Besar harus diikuti dengan penciptaan lapangan kerja secara nyata. Investasi yang masuk ke daerah harus memberikan multiplier effect bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia menilai Jawa Tengah memiliki modal kuat untuk terus mengembangkan sektor industri. Sejumlah kawasan industri dan masuknya investasi baru seharusnya dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Namun, peluang tersebut masih menghadapi tantangan berupa ketidaksesuaian antara kebutuhan perusahaan dengan kompetensi tenaga kerja yang tersedia.
Setya Ari menyebut persoalan mismatch tenaga kerja perlu mendapat perhatian serius. Jangan sampai perusahaan kesulitan memperoleh pekerja sesuai kualifikasi, sementara masyarakat di sekitar kawasan industri justru tidak dapat mengisi posisi yang tersedia.
Baca juga: APBD Perubahan Purbalingga 2026 Disepakati, Anggaran Rp2,05 Triliun Menyasar Kebutuhan Masyarakat
“Jangan sampai industri berkembang pesat, tetapi warga kita justru menjadi penonton karena adanya mismatch kompetensi,” tegasnya.
Karena itu, ia mendorong hasil Sensus Ekonomi 2026 digunakan sebagai dasar untuk menyusun kebijakan ketenagakerjaan yang lebih tepat sasaran, termasuk menentukan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Puluhan Juta Orang Masuk Angkatan Kerja
Besarnya potensi tenaga kerja di Jawa Tengah menjadi alasan perlunya optimalisasi penyerapan pekerja lokal. Berdasarkan data BPS Jawa Tengah tahun 2025, jumlah angkatan kerja di provinsi tersebut mencapai 22,32 juta orang. Dari angka itu, sebanyak 21,36 juta orang tercatat telah bekerja. Di sisi lain, Jawa Tengah juga memiliki lebih dari 160 BUMD serta ribuan perusahaan swasta berskala besar yang berkembang di berbagai wilayah.
Setya Ari berharap keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap penciptaan pekerjaan formal bagi masyarakat Jawa Tengah. DPRD Jawa Tengah juga membuka peluang untuk mendorong kebijakan yang lebih kuat apabila hasil Sensus Ekonomi 2026 menunjukkan penyerapan tenaga kerja lokal oleh Usaha Besar belum optimal. Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah mendorong regulasi yang memberikan perhatian lebih besar terhadap kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Baca juga: Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, DPR Desak BGN Audit Seluruh SPPG
“Jika data sensus ekonomi 2026 nanti mengonfirmasi bahwa penyerapan tenaga kerja lokal di Usaha Besar belum optimal, maka DPRD siap mendorong Pemprov melahirkan kebijakan yang tegas,” katanya.
Menurutnya, regulasi tidak hanya perlu berbicara mengenai jumlah pekerja yang diserap, tetapi juga kepastian status kerja dan perlindungan terhadap pekerja. Perusahaan tetap harus memenuhi hak-hak dasar pekerja, mulai dari ketentuan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), keselamatan dan kesehatan kerja hingga kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
“Tujuan utama kita mendorong banyak pekerja di sektor formal adalah untuk memberikan jaminan kepastian kesejahteraan, perlindungan hukum, dan jaminan hari tua bagi para pekerja,” ujarnya.
Ia berharap perkembangan industri di Jawa Tengah pada akhirnya tidak hanya tercermin dari meningkatnya investasi dan jumlah perusahaan, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang memperoleh pekerjaan layak.(*)
Baca juga: Terungkap! 8 WNI Diduga Dijebak Lowongan Kerja Bergaji Besar, Berujung Jadi Tentara Rusia
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.