ORBIT-NEWS.COM, BANJARNEGARA — Dinginnya udara Dataran Tinggi Dieng tak mampu meredam antusiasme ribuan penonton yang memadati Venue Pandawa dalam gelaran Jazz Atas Awan Season #1 Dieng Culture Festival (DCF) 2026. Suhu yang berada di kisaran 8 derajat Celsius justru menjadi bagian dari pengalaman unik ketika Yura Yunita tampil pada Jumat malam. Kabut tipis yang menyelimuti kawasan Dieng berpadu dengan cahaya panggung, menciptakan suasana syahdu yang membuat penampilan penyanyi solo tersebut terasa semakin istimewa.
Yura mengawali penampilannya dengan lagu Harus Bahagia. Sejak tembang pertama dimainkan, penonton langsung larut dalam pertunjukan yang berlangsung di tengah lanskap khas pegunungan Dieng. Tak sekadar bernyanyi, Yura juga membangun komunikasi dengan penonton. Ia mengaku senang dapat menjadi bagian dari Dieng Culture Festival, salah satu perhelatan budaya yang telah memiliki tempat tersendiri dalam kalender pariwisata Indonesia.
Malam semakin emosional ketika Yura membawakan sejumlah lagu yang sudah akrab di telinga pendengarnya, di antaranya Jalan Pulang, Tutur Batin, dan Dunia Tipu-Tipu. Ribuan penonton menyanyikan lagu-lagu tersebut secara bersamaan. Suara penonton yang berpadu dengan musik dan kabut Dieng menciptakan atmosfer yang sulit ditemukan dalam pertunjukan musik pada umumnya.
Keindahan alam Dieng dan antusiasme masyarakat maupun wisatawan yang hadir turut menjadi hal yang membuat Yura terkesan. Yura juga menyisipkan pesan-pesan reflektif di sela-sela penampilannya. Salah satunya tentang arti pulang dan pentingnya menghargai orang-orang yang selama ini memberikan kasih sayang.
“Ketika kita pergi jauh jangan lupa pulang. Pulang bukan berarti hanya kembali ke sebuah bangunan rumah, namun kembali ke orang yang kita cintai dan mencintai kita, seperti orang tua. Kapan terakhir kali kita ucapkan kata sayang pada mereka? Mumpung masih ada, jangan sampai kita lewatkan,” ujar Yura.
Baca juga: Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaat Main Bola untuk Anak Laki - Laki
Puncak emosional penampilan Yura terjadi ketika ia menyanyikan Tutur Batin. Setelah lagu tersebut mencapai bagian akhir, Yura mengajak para penonton untuk saling berpelukan. Ajakan sederhana itu sontak menciptakan suasana hangat di tengah udara Dieng yang begitu dingin.
Penonton yang sebelumnya menikmati konser dengan bernyanyi bersama kemudian larut dalam momen penuh keakraban. Berpelukan dengan orang-orang yang bahkan tidak semuanya saling mengenal menjadi salah satu adegan yang paling membekas dari pertunjukan malam tersebut.
Yura Yunita Jadi Magnet Jazz Atas Awan DCF 2026
Penampilan Yura Yunita menjadi salah satu magnet utama pada hari pertama Jazz Atas Awan dalam rangkaian DCF 2026. Tak hanya Yura, panggung Jazz Atas Awan juga diramaikan sejumlah musisi dan kelompok musik, antara lain Barasuara, Jazz Mben Senen, Eramore, serta Jazz Kota Baru.
Rangkaian pertunjukan musik tersebut menjadi bagian dari DCF yang selama 16 tahun terus berkembang sebagai salah satu festival budaya dan pariwisata unggulan di Banjarnegara.
Baca juga: Kekerasan Perempuan dan Anak di Banyumas-Cilacap Jadi Sorotan, Setya Ari Dorong Ketahanan Keluarga
Sebelumnya, Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana sebelumnya menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah pusat yang turut menopang perjalanan Dieng Culture Festival hingga saat ini. Perjalanan panjang tersebut membawa DCF masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN), sebuah capaian yang semakin memperkuat posisi festival tersebut dalam agenda pariwisata nasional.
“Perjalanan 16 tahun ini bukan waktu yang singkat. Terpilihnya DCF dalam Top 10 KEN membuktikan bahwa event ini memiliki posisi strategis dalam agenda pariwisata nasional,” kata Amalia.
Menurut Amalia, Dieng Culture Festival tidak hanya diarahkan sebagai pertunjukan budaya dan hiburan bagi wisatawan. Festival tersebut juga menjadi ruang untuk mempertemukan kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif dengan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengembangannya.
“Tujuan akhirnya adalah bagaimana nilai-nilai kebudayaan ini berasal dari masyarakat dan manfaatnya kembali sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat. Kami berharap DCF terus membenahi diri agar selalu menjadi event unggulan yang dinantikan wisatawan,” ujarnya.
Dengan perpaduan musik, budaya, alam, dan keterlibatan masyarakat, Jazz Atas Awan kembali menunjukkan daya tariknya. Penampilan Yura Yunita di tengah kabut dan suhu dingin Dieng pun menjadi salah satu pengalaman yang membuat malam pertama DCF 2026 terasa berbeda. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.