ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Upaya membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah terus digencarkan di wilayah eks Karesidenan Banyumas. Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto bersama pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan sejumlah pemangku kepentingan mendorong pelajar tidak hanya gemar menabung, tetapi juga memahami risiko dalam mengelola keuangan di era digital.
Komitmen tersebut mengemuka dalam puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Kantor OJK Purwokerto. Mengusung tema “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas” dengan subtema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”, kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian edukasi keuangan yang berlangsung sepanjang Agustus.
Salah satu hasil yang menonjol adalah program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Selama periode Juli hingga Agustus 2026, perbankan di wilayah kerja OJK Purwokerto mencatat pembukaan 36.161 rekening pelajar dengan total nominal tabungan mencapai Rp3,35 miliar. Rinciannya, bank umum membuka 12.377 rekening dengan nominal Rp1,23 miliar. Sementara BPR/BPRS mencatat 23.784 rekening dengan total dana Rp2,12 miliar. Angka tersebut menunjukkan upaya memperluas akses keuangan bagi pelajar sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak dini.
Kepala OJK Purwokerto, Dinavia Tri Riandari mengatakan, literasi keuangan bagi pelajar tidak cukup hanya dengan mengenalkan aktivitas menabung. Generasi muda juga perlu memahami berbagai produk dan layanan jasa keuangan serta risiko yang menyertainya. Menurutnya, edukasi diberikan agar pelajar memiliki pemahaman mengenai perbankan, investasi, asuransi, pasar modal hingga berbagai bentuk risiko keuangan.
“Risiko keuangan seperti penipuan dan investasi ilegal juga menjadi hal yang perlu dipahami oleh pelajar,” katanya.
Baca juga: Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaat Main Bola untuk Anak Laki - Laki
Rangkaian edukasi sebelumnya telah dilakukan melalui program OJK Goes to School (OGTS) di sejumlah wilayah. Kegiatan tersebut antara lain digelar di MAN Purbalingga pada 6 Agustus 2026, SMAN 1 Bawang Banjarnegara pada 12 Agustus, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas pada 18 Agustus, serta MAN 1 Cilacap pada 20 Agustus. Total puluhan sekolah dan ribuan pelajar mendapatkan edukasi mengenai pentingnya literasi serta inklusi keuangan.
Pelajar Diminta Waspada Judol dan Pinjol
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Jawa Tengah, Maryanto, mengapresiasi langkah OJK Purwokerto yang melibatkan siswa SMA, SMK, dan MA dalam program edukasi keuangan. Ia menilai pembekalan tersebut penting karena perkembangan teknologi turut membawa risiko baru bagi anak-anak dan remaja. Maryanto menyoroti keterlibatan anak muda dalam persoalan judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol).
“Melalui kegiatan ini, harapannya peserta didik akan semakin memahami literasi keuangan, menabung sejak dini, mengatur keuangan sejak dini tentu merupakan modal awal untuk menyiapkan masa depan masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan sejak sekolah dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda ketika memasuki kehidupan mandiri.
Baca juga: Kekerasan Perempuan dan Anak di Banyumas-Cilacap Jadi Sorotan, Setya Ari Dorong Ketahanan Keluarga
Selain membuka rekening pelajar, kegiatan HIM dan BLK 2026 juga diikuti dengan dukungan langsung terhadap dunia pendidikan. Sebanyak 37 lembaga jasa keuangan memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi dengan total nilai Rp156,75 juta. Selain itu, delapan lembaga jasa keuangan turut memberikan bantuan sarana dan prasarana pendidikan senilai Rp17,49 juta. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dampak program literasi keuangan agar tidak berhenti pada kegiatan edukasi semata.
Dinavia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, jajaran Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, lembaga jasa keuangan, sekolah, serta para guru pendamping yang ikut menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan. Ia menyampaikan, program Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan tidak berhenti pada rangkaian kegiatan selama Agustus.
"OJK Purwokerto akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan, terutama bagi pelajar dan masyarakat di wilayah kerja OJK Purwokerto," tuturnya.
Dengan semakin kuatnya pemahaman mengenai pengelolaan uang, produk jasa keuangan, serta berbagai risiko digital, generasi muda diharapkan mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijak dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.