Peringati HUT Kemerdekaan, Ini Pesan Dari Lereng Gunung Slamet Untuk Prabowo

Banyumas Raya
By Hermiana E. Effendi  —  On Aug 20, 2026
Caption Foto : Budayawan Banyumas, Bambang Barata Aji menyampaian pesan untuk penguasa dari lereng Gunung Slamet. (Foto : Hermiana E. Effendi).

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS  –  Gaung peringatan Kemerdekaan RI ke-81 menggema di seluruh nusantara. Termasuk di Dusun Sirongge, Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Namun, tak hanya euforia perayaan saja, budayawan, tokoh hingga masyarakat menyampaikan pesan khusus untuk Presiden Prabowo Subianto.

Budayawan yang pernah mengenyam pendidikan di Lemhanas, Bambang Barata Aji (BBA) menyampaian, saat ini banyak daerah yang menjerit karea pesoalan fiscal dan Aceh juga mulai bergejolak kembali ingin lepas dari bumi pertiwi.

“Dari lereng Gunung Slamet, saya menyampaikan pesan kepada Pak Prabowo, yang juga merupakan putra wayah dari Gunung Slamet, kembalilah kepada karakter Gunung Slamet, jadilah pemimpin yang ngayemi, ngayani dan ngayomo, maka akan mendapatkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia dan alam semesta untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa ini,” kata BBA dalam diskusi memperingati HUT Kemerdekaan RI di Dusun Sironggo, Rabu (19/8/2026) malam.

Lebih lanjut BBA memaparkan, Banyumas memiliki keistimewaan dalam merespon kemerdekaan RI. Setelah Proklamasi dibacakan, Banyumas langsung mengirim utusan ke Jakarta untuk memastikan kabar kemerdekaan tersebut. Dan setelah mendapatkan kepastian, langsung dilakukan koordinasi dan tampuk pimpinan di Karisidenan Banyumas dikembalikan kepada rakyat.

“Banyumas merespon cepat kemerdekaan, karena itulah di sini ada Jalan Merdeka, ada pula tugu. Hari ini juga sama, masyarakat bersuka cita memperingati HUT Kemerdekaan dengan gotong-royong, iuran bersama dan lainnya,” kata BBA.

Baca juga: Pelemparan Kereta Api di Daop 5, KAI Soroti Aksi Berbahaya yang Masih Terjadi

Merdeka 100 Persen

Namun, ada catatan penting yang tidak bisa ditinggalkan, dimana setelah kemerdekaan, bulan November terjadi peristiwa di Surabaya, karena Belanda masuk kembali dengan membonceng sekutu dan ingin kembali menguasai Indoesia. Di Banyumas sendiri, tepat tanggap 4 Februri 1946, terjadi pertemuan Panglima Soedirman bersama Tan Malaka dan lebih dari 100 organisasi pemuda serta laskarr untuk menyerukan Kemerdekaan 100 persen.

“Sekali lagi, dari lereng Gunung Slamet, kita ingin mengingatkan kepada para pemimpin, agar semangat Merdeka 100 persen diperjuangkan. Karena kita sangat miris, ketika sebagian masyarakat Aceh memberikan kode keras ingin merdeka, begitu juga Papua, namun aparat tidak sigap. Sebaliknya, saat mahasiswa berujuk rasa yang hal tersebut dilindungi UU, mereka justru dikepung aparat,” tuturnya. 

Pesan dari lereng Gunung Slamet ini menjadi refleksi tersendiri dalam peringatan 81 tahun Indonesia merdeka. Di tengah gegap gempita perayaan, BBA mengajak para pemimpin untuk tidak melupakan persoalan-persoalan mendasar yang dirasakan masyarakat. Baginya, kekuatan Indonesia bukan hanya terletak pada ketegasan pemerintah dalam menjalankan kekuasaan, tetapi juga pada kemampuan pemimpin untuk memberikan rasa aman, ketenteraman dan keadilan kepada seluruh rakyat.

Dari Banyumas, daerah yang sejak awal bergerak cepat menyambut kabar Proklamasi Kemerdekaan, kembali muncul pesan agar semangat persatuan tetap dijaga. Sebab, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, perjuangan untuk menjaga keutuhan bangsa belum berakhir. Kemerdekaan harus terus diisi dengan keadilan, kesejahteraan, persatuan, serta keberanian untuk mendengar suara rakyat dari pusat kekuasaan hingga pelosok desa. (*)

Baca juga: Meresahkan Warga, Polisi Evakuasi ODGJ di Buayan ke Rumah Sakit

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: