ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Memasuki momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Pemeritah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasi Maimoen, kesempatan belajar dibuka melalui berbagai jalur, mulai dari sekolah negeri dan Sekolah Kemitraan, pendidikan khusus atlet, bantuan bagi siswa kurang mampu, hingga beasiswa ke Korea Selatan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan pendidikan sebagai salah satu fondasi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah berupaya memastikan keterbatasan ekonomi maupun daya tampung sekolah negeri tidak menghalangi anak-anak Jawa Tengah untuk melanjutkan pendidikan.
Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 231.724 kursi disediakan di SMA, SMK, dan SLB Negeri. Jumlah itu setara sekitar 40,83 persen dari perkiraan lulusan SMP sederajat di Jawa Tengah. Siswa sekolah negeri juga mendapatkan berbagai fasilitas tanpa biaya operasional sekolah, seperti SPP dan iuran wajib, paket buku pelajaran, serta sejumlah kegiatan akademik dan ekstrakurikuler.
Namun, karena kapasitas sekolah negeri belum mampu menampung seluruh lulusan SMP sederajat, Pemprov Jateng memperluas akses melalui Program Sekolah Kemitraan dengan menggandeng 139 sekolah swasta.
Sekolah yang terlibat terdiri atas 56 SMA dan 83 SMK. Program tersebut diprioritaskan bagi calon siswa dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1 hingga Desil 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca juga: Bukan Sekedar Kenyang, Ini Makanan yang Bisa Mendukung Kecerdasan Anak
Peserta program tidak dikenai biaya pendidikan oleh sekolah mitra. Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 3.676 siswa telah diterima melalui skema tersebut, terdiri atas 1.036 siswa SMA dan 2.640 siswa SMK. Jumlah penerima meningkat dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang mencapai 2.390 siswa. Pemprov Jateng menyediakan bantuan Rp2 juta per siswa setiap tahun dengan total daya tampung program mencapai 5.004 kursi.
Selain memperluas daya tampung, Pemprov Jateng juga memberikan bantuan langsung kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Pada 2025, Beasiswa Siswa Miskin (BSM) disalurkan kepada 10.000 siswa dengan nilai Rp1 juta per siswa. Bantuan juga diberikan kepada 1.100 anak tidak sekolah (ATS), masing-masing senilai Rp2 juta.
Program BSM kembali dilanjutkan pada 2026 untuk 10.000 siswa dengan nominal Rp1 juta per penerima. Sementara melalui BOSDA dengan pendekatan siswa miskin, sebanyak 50.620 siswa memperoleh bantuan Rp1 juta per siswa.
Pendidikan Harus Terbuka dan Adil
Di tengah perluasan akses pendidikan tersebut, Pemprov Jateng juga menekankan pentingnya proses penerimaan murid yang bersih dan transparan. Gubernur Ahmad Luthfi berulang kali mengingatkan agar pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tidak diwarnai praktik titip-menitip maupun jasa percaloan.
Baca juga: Rp. 19,07 Triliun Mengarah ke Jateng, CJIBF 2026 Buka Jalan Investasi Baru
“No titip, no jastip” menjadi penegasan Luthfi untuk memastikan kursi sekolah diberikan berdasarkan ketentuan, bukan karena kedekatan atau intervensi pihak tertentu.
“Tidak ada satu pun SMA di tempat kita yang titip-titip. No titip, no jastip. Kalau ada, saya copot kepseknya,” tegas Luthfi.
Pelaksanaan SPMB Jawa Tengah diarahkan berlangsung secara terbuka, objektif, transparan, dan tanpa diskriminasi. Pengawasan juga melibatkan Ombudsman. Luthfi menilai pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.
“Pendidikan ini merupakan investasi masa depan,” kata Luthfi.
Perhatian Pemprov Jawa Tengah tidak hanya diberikan kepada siswa pada jalur pendidikan umum. Anak-anak yang memiliki bakat olahraga juga mendapatkan ruang melalui SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Jawa Tengah di Kawasan Olahraga Jatidiri, Kota Semarang. Sekolah berasrama ini memungkinkan atlet muda menjalani pendidikan formal sambil tetap menjalani program latihan dan mengikuti kompetisi.
Baca juga: UIN Saizu Buka KIP Kuliah 2026, 315 Mahasiswa Berpeluang Dapat Bantuan Pendidikan
Pada tahun ajaran 2025/2026, SMANKO menampung 252 siswa. Sebanyak 21 cabang olahraga menjadi fokus pembinaan, termasuk atletik, angkat besi, panjat tebing, dan wushu. Siswa SMANKO juga turut memberikan kontribusi prestasi bagi Jawa Tengah. Pada Popnas 2025, mereka menyumbangkan enam medali emas, satu perak, dan dua perunggu.
Penerimaan atlet pelajar kembali dibuka untuk tahun ajaran 2026/2027. Para siswa yang lolos mendapatkan fasilitas asrama, konsumsi, pembebasan biaya pendidikan dan latihan, perlengkapan atlet, uang saku bulanan, program uji tanding dan kejuaraan, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Memasuki usia ke-81, Jawa Tengah juga memperluas cakupan pendidikan hingga ke luar negeri melalui Program Beasiswa Sister Province. Program ini memberikan kesempatan kepada siswa dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan di Korea Selatan. Orientasinya bukan sekadar pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan kompetensi kerja yang diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Antusiasme pendaftar cukup tinggi. Sebanyak 1.825 orang mengikuti proses awal seleksi. Jumlah tersebut kemudian mengerucut menjadi 100 peserta dan kembali diseleksi hingga tersisa 62 orang. Para peserta mengikuti pelatihan serta ujian kemampuan bahasa Korea sebagai bagian dari tahapan menuju keberangkatan.
Kebutuhan program, mulai dari pelatihan, tes, pendidikan, visa hingga proses keberangkatan, difasilitasi melalui dukungan pemerintah dan mitra. Data Dinas Pendidikan Jawa Tengah per 22 Juli 2026 menunjukkan 59 peserta telah memasuki tahap pembuatan visa sebelum berangkat ke Korea Selatan.
Baca juga: Polres Kebumen Bekali Pelajar SMAN 1 Kebumen Agar Tak Mudah Terjebak Hoaks AI
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengatakan Beasiswa Sister Province merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membantu pengentasan kemiskinan.
“Ini salah satu dari program kita untuk masalah penuntasan kemiskinan,” kata Sumarno. (*)
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.